Agar tidak bingung, bagi yang tidak mengerti. Posting kali ini adalah sebuah permainan kreatif yang bermula dari Mas Lutvi Afandi. Yaitu cerita fiksi tentang seorang blogger yang berkelanjutan di masing-masing blog yang tertarik untuk melanjutkan cerita ini. Episode 6 dan 7 sudah terbit di Sundagasik dan Suara Berbisik…
Cerita ini menarik untuk mengembangkan imajinasi kita dan mengembangkannya menjadi sebuah perspektif. Sebagai ukuran sejauh mana kita mengenal dunia blogging dan internet secara umum..
Nah berikut ini kelanjutan di episode ke-8. Selamat menyimak…
***
Setelah mencoba sabar dan menahan diri. Pak Bejo akhirnya mengambil sikap tegas. Sesuai dengan saran karyawannya. Ia mulai dengan menemui seorang yang yang dikenal bijak, yang dikenal sangat arif dalam memberikan resolusi konflik dalam berbisnis.
Hari yang tepat sesuai janji yang sudah mendekati hari H. Hati Pak Bejo makin bergetar, konon sosok yang akan di temui untuk dimintai pendapat itu, sangat kharismatik dan mampu melumpuhkan banyak argument njelimet. Hal itu membuatnya sangat gelisah..
Harinyapun tiba, ia akhirnya bertemu dengan Bung Alim nama orang bijak itu, usianya tidak jauh berbeda dengan Pak Bejo, tapi auranya memancarkan keteduhan yang sangat dalam.
“Silahkan duduk pak Bejo”, ucap Bung Alim setelah mendengar perkenalan diri pak Bejo. Apa yang bisa saya bantu untuk pak Bejo, tentunya ada sesuatu yang sangat merisaukan sehingga pak Bejo bersedia menginjakkan kaki di pondok sederhana saya ini, silahkan pak Bejo.. saya siap mendengar.
Belum mendapat petuah bijak saja, Pak Bejo sudah merasakan getar kharismatik dari suara Bung Alim yang sangat responsive itu..
Agag ragu mulanya pak Bejo ingin mengungkap pesoalannya. Tapi dua karyawannya yang mendampinginya memberikan semangat seperti layaknya punggawa-punggawa keraton yang selalu setia mengiringi sang pangeran.
Akhirnya, pak Bejo bicara juga..
Begini Bung Alim, saya ada persoalan bisnis yang cukup mengganggu. Persoalan ini pernah di muat di sebuah media terkenal bernama Sundagasik dan Suara Rakyat Berbisik. Tapi tidak apa, saya akan ceritakan intinya supaya Bung Alim bisa lebih paham.
Saya punya bisnis di internet, tapi masyarakat sekitar saya tidak percaya, bahkan waktu itu, saya disangka memelihara tuyul dan jenis makhluk yang di gunakan untuk pesugihan. Tapi hal itu akhrinya bisa terselesaikan dengan saya menciptakan produk digital baru yang bisa menggebrak pasar di internet. Tapi lagi-lagi saya mendapat pesaing yang ingin menjatuhkan saya dan merebut konsumen saya.
Saya benar-benar tidak bisa terima ini bung Alim. Saya ingin mengembalikan reputasi saya. Saya ingin membungkam orang-orang yang sudah termakan oleh kelicikan Paijo, nama pesaing saya itu Bung Alim.
Begitulah kira-kira persoalannya, bisakah bung Alim memberikan saya solusi?
Tak bergeming Bung Alim menyimak cerita Bejo yang berapi-api itu. Bung Alim tak ingin memotong sedikitpun. Bahkan pada saat Pak bejo sudah selesai bercerita, ia seakan-akan masih menunggu cerita selanjutnya. Sampai akhirnya di tutup dengan permintaan saran oleh Pak Bejo..
“Hmm.. begitu yah..?”
Jedah yang bagus untuk meresapi inti cerita yang baru saja diterima oleh Pak Bejo. Bung Alim seperti sedang berfikir keras.
“boleh saya bertanya Pak Bejo?”
Tentu saja boleh, apa itu Bung Alim? Sergap Pak Bejo.
“apa yang anda takutkan dari sepak terjang Paijo itu?”
Sepertinya Pak Bejo tidak menduga sikap Bung Alim akan seperti itu. Ia fikir langsung menerima tanggapan yang berupa solusi. layaknya mendatangi seorang dukun yang langsung mengetahui solusi sebelum tau persoalannya.
Pak Bejo tidak tau, bahwa Bung Alim adalah orang yang sangat rasional dan senang menggunakan logika mentalitas mendasar manusia.
“bagaimana pak Bejo, apakah anda bisa menjawab, “apa yang anda takutkan dengan sepak terjang Paijo?”
Merasa terdesak, Pak bejo langsung menjawab. “saya takut bisnis saya hancur oleh ulah Paijo!”
“Apa anda tidak yakin dengan kredibilitas diri anda?” Tanya bung Alim lagi.
Pak Bejo terdiam. Dia mulai menyadari ini, bahwa inilah yang dilupakannya. Selama ini Ia terlalu melihat kekuatan diluaran. Pak Bejo terlalulu takut dengan kehebatan Paijo. Dia lupa bagaimana dulu ia berjuang membangun kerajaan bisnisnya. Sampai ia bisa membeli ini itu, sampai ia disangka memelihara makhluk pesugihan, tapi ia mampu melalui semua itu. Masa hanya karena ulah si Paijo, ia lalu gentar.
Hallooooo!!! Pak Bejo…? Kenapa anda diam?
Opsss, maaf Bung Alim, saya benar-benar terkesimak dengan pertanyaan anda.
Saya rasa saya tidak perlu lagi solusi anda, pertanyaan anda sudah sangat menusuk jantung pertahanan saya. Saya semakin sadar bahwa kekuatannya ada pada diri saya sendiri.
Saya akan menghadapi ulah si paijo itu dengan kekuatan yang saya miliki saat ini..
Tunggu dulu Pak Bejo! tahan Bung Alim.
Tapi saya mendengar nada emosi di suara anda. Boleh saya beri saran?
“saran apa Bung alim?” kali ini Pak Bejo yang terlihat garang.
Sebelum anda mengambil tindakan untuk menyikapi sepak terjang Paijo, saya ingin anda memahami kalimat berikut ini,
Lihatlah kekuatan diri dengan menggunakan suara terbijak yang anda miliki. Maka itulah kekuatan yang paling ampuh. Sebab, bukan hanya menghadang niat jahat dari luar, melainkan suara jahat dari dalam diri sendiripun dapat terdeteksi dan teramputasi dengan baik.
Ohh.. semakin tak berdayalah pak Bejo. Rupanya Bung Alim sangat cermat mengendalikan suasana hati pak Bejo yang sedikit mengalami gejolak dan cenderung emosional..
Akhirnya Pak Bejo didampingi dua karyawannya meninggalkan pondok sederhana Bung Alim dengan langkah yang penih keyakinan. Siap dengan gagasan baru dalam menyikapi sepak terjang Paijo..
Masih mau lanjut?.. siapa yang mau melanjutkan, kira-kira apa yang dilakukan Bejo setelah mendapat wejangan dari Bung Alim?
Kita tunggu cerita selanjutnya dari rekan-rekan Pak Bejo, yaitu mas Mastyo yang nampaknya sedang sibuk-sibuknya.. kita tunggu saja reaksinya…

{ 61 comments… read them below or add one }
liat eps 7 dan 8 ah
typo eps 6 di sundagasik
agag susah kak fad untuk melawan bisikan dari dalam
eh, ini kok kek story mlm aja ya
lanjutannya di blog orang
dibaca-baca aja lagi Jun, nanti juga ketemu inti maknanya..:)
iya sudah
Emang susah melawan bisikan dari dalam itu!!!
karena mengandung unsur emosi yg susah dikenali apalagi dikendalikan….:)
Sampai berapa episode mas baru tamat?
sampai semua blogger Indonesia kebagian jatah mas…
nah sudah di jawab tuh sama mas Agus..:)
tidak ada ketentuan sih mas, kalau suka silahkan disambut..:D
ikut menyimak pak ^_^
Aura penulisnya mulai kental nih. Mantab…!
ah masa sih? jadi malu ah
betul mas agus…aura fiksi mulai terserlah (terpancar) dari tulisan bang fadly…
Siapa dulu penulisnya… !
berati bakal ada yepisode kesembilan dong..? hm..
tunggu aka di blognya Mas tyo…
Ooo ini to Kisah Seorang Blogger… sorry telambat tahunya… habis fokus ke Piala dunia sih…
Ayo silakan sundul saya!
iya mas.. sori telat nih, bola sudah saya sundul ke Mas Tyo.. nanti saya bilangin yah supaya sundul ke mas Budhi.. ok?
Sudah diumpan terobosan ke mas Budhi …. lanjutkan dengan tendangan melengkung mas…hehehehehe
wah wah sungguh berantai dan panjang banget neh cerita berantai, sampai kapan seh mas??? hehehe ^_^
sampai tidak ada lagi yang mau menyambutnya mas..hehehhe
Wow,,,
semoga ada produser yang tertarik untuk menganngkat ke layar lebar ya mas….
wahahah… bisa saja nih mas Andry..
apa khabar bali?
Kharisma dan Sikap Bung Alim sungguh terpancar di sini. Jadinya Bung Alim FM
Sip Mas, tinggal nunggu lanjutannya nih
hihihi….
kita tunggu aja kelanjutannya..
asyikkk…lanjut terus
artikel motivasi berikutnya bisa disajikan dalam bentuk cerita nih
betul sekali.. gimana menurut sampean pak? cocok?
Masih menyimak, Bang. Bingkai kreatif apa yang hadir dari cerita ini selanjutnya. Tampaknya ini akan sangat menarik, sebuah kisah yang terus bersambung, dimana bagian2 kisahnya diracik oleh orang2 yang berbeda, tentunya dengan pola pikir dan persepsi – yang mau tak mau – akan terjadi perbedaan pula dari masing2 bagian cerita ini, meski dengan tokoh cerita yang mungkin sama…
disitu letak tantangannya mas Khery..
bagaimana kita meramu cerita dengan tokoh yang sudah ditentukan dan terbentuk disetiap blog yang di “sundul”. saya sendiri saat di serahkan eps 8 oleh Pak hery, langsung mempelajari warna cerita di eps sebelumnya..:)
hitung-hitung belajar membuat cerita fiksilah mas
waduh saya makin bingung sama ceritanya mas.. harus rajin blogwalking biar gak ketinggalan episodenya wkwkwkwk
coba di runut aja rief,,,:D
Siiip lah, episode yang bikin saya ngerti alur ceritanya setelah sempat bingung dengan episode 3-4..he..he…
bagus banget pak ide pikirannya
syukurlah kalau udah bisa nyambung mas ismail..
asyik buat hiburan sesekali mas
Baru membaca episode 7 dan 8….. mudah2an belum ketinggalan info hehehhe…
hati hati dengan suara jahat itu
….
ditunggu episode selanjutnya di blog pak mastyo
untunglah ada Bung Alim
yg bisa mengingatkan Pak Bejo agar tidak terbuai dengan suara jahat itu Del..
ini cikal bakal kitab suci agama baru keknya hahaha
wakakaka..
bersambung dan bersambung, membuat orang makin penasaran dengan Pak Bejo,,,,
buat senang-senang saja mas..:)
semakin jelas mas ceritanya, menunggu apa yang akan dilakukan pak bejo untuk melawan paijo
kita tunggu saja gebrakan mas Tyo, sepertinya bakal seru
nyimak euy…
ditunggu kelanjutannya…
salam kenal
salam kenal juga aming
emang beda kalo kisah ini jatuh di tangan ahlinya
sukses mas
kita tunggu lanjutannya di blog mas tyo.
ok mas
cerita bisa nyambung menyambung gini. ini akan menjadi trendsetter fiksi terbaru. Penulisnya banyak, pembacanya lebih banyak lagi. episodenya tak terbatas, dan ceritanya bakal up to date terus selama blogger bersedia menulis.
buat seru-seruan asyik juga mas. apalagi alur cerita dan tokoh tidak mengikat..yg penting ketemu benang merahnya.. asyik kok
inspiratif cerita kali ini…
melihat diri sendiri untuk mampu, daripada melihat terus menerus kehebatan orang lain…
betul mas, kekuatan kita terkadang lumpuh karena gentar..
wah ketinggalan jauh mas episodenya
Cerita seperti ini tentu menggugah semangat
layak diteruskan dengan episode2 berikutnya
Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara :
1. ” Kontes Menulis Opini ”
2. ”The Amazing Picture ”, dan
3. ” The Twin Contest”
4. “ Kontes Menulis Peribahasa “
dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.
Terima kasih
pakdhe harusnya ikutan nih
sundul bola cerita fiksi bersambung ini ke pakdhe!
Assalamu ‘alaikum wr.wb, Kak.
Saya datang sebagai blogger newbie yang ingin berkenalan, silaturahmi dan menyerap ilmu dari para senior. Semoga kunjungan saya bermanfaat.
Blog kakak bagus sekali-saya ingin belajar disini boleh ya kak.
Kak, mohon berkenan berkunjung ke blog saya, mohon diberikan saran2 atau nasihat agar blog tersebut bagus dan terkenal seperti blog ini. Saya tunggu kakak di Panti Asuhan, kalau datang akan saya sambut dengan lagu rebana deh.
Salam hormat saya dari Batam.
Wassalamu alaikum wr.wb
waalaikum salam Annaura..:)
salam kenal yah..
nanti deh saya mampir, saran-sarannya yang alami aja yah, sambil kunjung mengunjungi
wah ceritanya bagus sekali dan ada makna didalamnya
kapan ya saya bisa menulis cerita.
Salam manis dari Batam kak
ayo di coba aja
Saya malah gak tahu, artikel saya episode berapa? Hehe
Betul juga ya, saya juga sebenarnya menunggu-nunggu apa nih sarannya bung Alim. Ternyata sangat bijaksana, yaitu jangan terlalu takut dengan sesuatu diluar dan lihatlah kemampuan diri sendiri.
Jika memang sudah sampai sejauh ini, berarti kita mampu dan memang tepat keadaan ini. Tantangan terbesar adalah melawan diri sendiri. Lebih baik memanggap musuh biasa aja, tapi lebih memberikan service memuaskan.
sedang melatih menyelipkan kalimat bijak lewat karakter tokoh mas…
Tapi kalau difikir sebenarnya ucapan bung alim pas banget buat pak bejo
aiihh…terngiang di bilik pendengaranku, getar suara kharismatik mas Alim yg sangat responsive itu…wkwkwk
masih basah genangan kata di kuping bung alim terhadap tamunya yang sangat antusias itu….
{ 3 trackbacks }