Masih ingat tulisan saya tentang bisnis sampingan khan? Nah ini sebenarnya ada kemiripan dengan peran ganda yang saya maksud kali ini.
Naumun, walau kesannya mirip tapi sejujurnya ini berbeda.
Perbedaannya terletak pada tujuannya. Bisnis sampingan dibangun dengan motif sebagai upaya cadangan, kelak jika sudah dianggap mumpuni maka kerjaan utama bisa ditinggalkan dan bisnis sampingan bisa dikelolah dengan serius
Artinya bisnis sampingan naik derajad menjadi bisnis utama. Si “sampingan” tadi bisa berubah status menjadi utama. Bias menjadi tumpuan hidup.
Sementara peran ganda hanya menambah saja. Tambah kerjaan dengan harapan tambah pemasukan. Cukup sampai disitu saja. Dalam hal ini tidak ada tujuan untuk beralih apalagi sampai meninggalkan pekerjaan utama.
Jadi walau ada kemiripan, tapi sesungguhnya mereka itu berbeda. Apa yang membedakannya, tak lain dan tak bukan ia adalah “tujuan”.
Lalu apa yang salah dengan peran ganda ini? Tidak ada yang salah sebenarnya. Dalam sudut-sudut kehidupan lainnya. Peran ganda masih dapat kita jumpai dalam berbagai bentuk.
Saya hanya tergelitik saja ingin mengomentari tentang peran ganda ini. Mengingat prilaku ini sangat umum sekaligus menarik untuk di perhatikan.
Dalam situasi tertentu, ganda itu kurang memuaskan sekaligus berpotensi untuk merugikan pihak lain.hal ini bisa diperkuat jika peran ini dilakukan dengan cara yang salah.maka tidak menutup kemungkinan terjad manipulasi, ketidak jujuran, korupsi kecil-kecilan dan hal-hal lain yang diluar batas kewenangan kita.
Kecuali jika dilakukan dengan cara yang benar dan jauh dari tujuan asas manfaat. Maka asumsi di atas tidak berlaku.
Sekarang, biar lebih jelas. Kita buat aja contoh kasus.
Seandainya, ada seorang pegawai negeri, yang berperan ganda. Dilain sisi ia tercatat sebagai pegawai tetap punya NIP dan menerima gaji bulanan dan fasilitas lainnya. Dilain pihak, ia mencoba membuat “bisnis sampingan”, tapi lebih banyak menuangkan waktunya di bisnis sampingannya itu.
Inilah yang saya maksud ada celah untuk merugikan pihak lain. Dalam hal ini pihak pemerintah dirugikan oleh oknum tertentu.
Sangat berbeda hakikatnya dengan bisnis sampingan yang saya maksud di atas.
Nah, bagaimana menurut anda dengan kondisi seperti itu?

{ 59 comments… read them below or add one }
Sangat menarik tema kali ini, Bang. Namun saya harus tahan dulu komentar saya. Saya masih harus melihat dulu komentar teman2 yang lain…
wah dapat pertamax jadi sorotan nih mas..
ini hanya sekilas pandang kok mas. kebetulan dapat ide saat lagi dibengkel. yg punya bengkelah yg berprofesi itu..
Peran Ganda tentunya memberi keuntungan lebih bagi yang memerankannya. Saya setuju bahwa ketika kita memiliki peran ganda dalam konteks ini harus lebih berhati-hati. Jangan sampai justru yang dirugikan itu pihak yang telah memberi fasilitas utama. Contoh seperti Kasus PNS berbisnis tadi.
Jika kita mau berperan ganda, sebaiknya waktunya juga ganda dunk. Jangan peran ganda dilakukan dalam waktu yang sama, jadi banci dunk namanya, dan orang waras pasti memandang hal tersebut tidak baik.
Kalo PNS misalnya: Jam kerja PNS 08.00 s.d. 13.00, berperanlah di situ sebagai PNS. Luar dari jam tersebut bolehlah kita memerankan yang lain. Jangan sampai terjebak dalam korupsi, walaupun hanya korupsi waktu tetap saja ada hak-hak pihak lain dan kewajiban pihak pemeran ganda yang terabaikan.
Begitu kiranya Mas
betul mas..
banyak orang ga mau rugi. mau kerjaan banyak tapi tidak terakomodir secara rapih dan profesional.
kasarnya duitnya mau banyak tapi kerjanya maunya dikit..
berhati-hati adalah kata yang tepat. Karena memang tidak mudah untuk memilah dua kepentingan tsb, kecuali dgn komitmen yg kuat dan disiplin tinggi.
nah inilah masalahnya..
saya sudah siapkan tulisan tentang komitmen dalam perspektif yg unik..
Hal inilah yang masih menyisakan PR besar buat saya. Saya belum menemukan formula yang tepat untuk membagi peran buat pekerjaan Cost Analyst, Ghost Writer dan MLM-er.
kalau liat dari masing2 kegiatannya sih. saya rasa masih bisa di atur2 mas. sebab kegiatan lain di luar kerjaan utama masih bersifat lentur kok..
saya yakin, kapasitas mas agus bisa mengatur itu..
semoga demikian mas, ini lagi banyak belajar dari artikel-artikel lama mas Fadly…
saya malah berperan tripel mas. Sebagai pegawai, “pengusaha” dan blogger
. Yang diutamakan tentunya kerjaan utama sebagai pegawai. Tapi tidak bisa dipungkiri kadang tumpang tindih pekerjaan diantara ketiganya kemungkinan bisa terjadi. Solusi sementara adalah “mencuri-curi waktu”. Mungkin disela-sela kesibukan kantor, ketika kerjaan sudah beres, diluangkan waktu untuk berbisnis atau blogging.
Tapi tetap yang diutamakan adalah tanggung jawab sebagai pegawai.
sekalian memberitahuan mas. Blog gadogado[dot]info sekarang sudah dofollow
Oh iya mas, kemarin saya add YMnya kok malah ditolak…
mirip dengan masalah yg dihadapi mas agus yah..
memang mengatur waktu adalah kunci utamanya. kalau lolos disitu, pasti rasanya jauh lebih nyaman..
oh iya, YM saya tolak mungkin karena banyak yg add tapi ga jelas mas.. sori deh mas octa jadi kena efeknya.
idnya apa sih?
walah… komentarku kena tangkap satpam…..
udah dilolosin tuh
Menurut saya wajar dan sah-sah saja peran ganda tersebut, yang penting tidak boleh melanggar aturan yang ada, apalagi kalau PNS harus bisa memilih pekerjaan sampingan yang tentu tidak berhubungan dengan kerjaan di kantor, bisa kena dia…contoh mborong proyek di kantor tentu tidak boleh…aturanya tidak memungkinkan untuk seperti itu.
disini memang diperlukan kejujuran yah mas sugi..
tapi kejadian dilapangan memang tidak seperti itu. justru ada kenikmatan tersendiri jika berhasil menyelinap di antara air basah.. he he he
tks komennya mas
iya mas.. harus punya disiplin yang tinggi untuk peran ganda ini..
saya juga sedang menerapkannya, membagi antara sekolah, ngeblog dan bikin web hehehe…
betul rief.
antara sekolah dan bisnis online harus bisa di atur tuh
Yang jelas peran ganda memerlukan aturan dan disiplin yang ekstra, jangan sampai peran ganda ini merugikan pekerjaan yang utama.
perlu dijaga oleh komitmen sendiri yah.. setuju!
sekarang ini makin banyak pegawai yang berperan ganda, selama pengelolaan kinerja unit dan individunya sdh benar, tidak terlalu masalah karena reward dan punishmentnya sdh jelas. Tetapi kalau pengelolaannya gak beres, ya makin ancur saja perusahaan atau pemerintah digerogoti terus dari dalam.
nah itulah yg banyak terjadi mas..
tapi karena dilakukan dengan diam2 terselubung. jadinya tak terlihat. tidak kelihatan tapi bisa dirasakan.. he h eh ehe
peran ganda tidak terjadi pada saya, tapi untuk komentar, kata “hati-hati” memberi peringatan kepada saya, karena saya memang selama ini “bekerja” sebagai batu loncatan untuk belajar dan membangun bisnis dari pekerjaan saya sekarang.
kalau sepertiitu sih tidak menjadi soal mas.
khan kerja untuk belajar. ada tujuan utama yang ingin di capai..
semoga dilancarkan niatnya mas
Intinya pembagian waktu memang penting. Saya yang masih mahasiswa juga perlu hati-hati dalam berbagi peran sebagai mahasiswa, blogger dan pebisnis online.
saya baru tau kalau kamu masih kul gy…
dimanfaatkan baik2 deh waktu kuliahnya. sebab kalau tidak, sayang waktu dan tenaganya gy..
tetap semangat bro..
seharusnya seperti contoh yg pertama
tapi sayangnya saya kadang masih “terjebak” contoh yg kedua
hmmm harus berusaha lebih keras lagi nih
jadi pesannya tetap harus “hati-hati” mas
PNS udah bukan trend masa depan cerah gan.. ujung2 nya malah masuk penjara atau jadi kaki tangan parpol…
mendingan bisnis deh.. kalo mau yg gak modal, jadi agen asuransi aja hehehe
he he he… iya juga sih gan
tapi memang, karir adalah pilihan hidup. yang terpenting menurut saya, kemampuan menempatkan diri sesuai dengan porsinya.
prudential makin matang nih gan?
pengen berkarir menjadi orang sukses aja deh mas…
Prudentnya digodok terus jadi matang….awas terlalu matang mas…..xixixixixixi
Peran ganda…
Sampai saat ini tetep menjalani, agak berat juga tapi ya harus dilakukan…
Yg penting bisa atur2 waktu.
Menurut saya sih oke2 aja.
kalau merasa bisa menyikapinya, mengaturnya dan menepatkan diri sesuai dengan kewenangan dan porsinya sih. saya setuju mas. tidak jadi soal.
tapi kalau merugikan pihak lain, saya rasa tidak bijaksana juga.. tul ga?
Contohnya tidak perlu PNS mas. PNS gajinya kecil dan sedikit yang bisa sampingan. Yang pasti sih para pejabat negara ini, bahkan mereka dengan tanpa malu ingin melegitimasi hasil sampingannya, kasus fee BPD, dana aspirasi….
Maaf, sedikit mengutarakan kekecewaan.
betul..betul.. mas
memang kalau mau ditelusuri dengan kesungguhan pemerintah. akan banyak sekali oknum yang terlibat.
mudah2an negara kita segera membaik yah
ngomong2 linknya tidak bisa di buka tuh, knp?
Sehari kemarin situs saya tidak ada masalah mungkin koneksi internet di sini yang lambat, hosting saya di US.
Sekedar saran saja. Saya tidak merasa nyaman dengan sistem komentar di sini yang secara otomatis mengirim pemberitahuan jawaban komentar. Menurut saya lebih elegan jika menggunakan plugin Subscribe to Comment. http://txfx.net/code/wordpress/subscribe-to-comments/. Plugin ini memberi pilihan pada pembaca untuk menerima dan menghentikan subscribe to comment.
Mungkin sebelumnya tidak ada yang komplain. Hanya saja saya pribadi menganggap ini sebagai spam karena pengiriman email dilakukan tanpa persetujuan saya. Maksudnya, saya memasukkan alamat email ke kolom komentar hanya untuk verifikasi bukan ingin menerima email. Saya yakin Mas Fadly tidak bermaksud spam tapi ini bisa ditanggapi berbeda bagi beberapa orang, terutama yang menganggap serius privacy-nya. Bagaimana jika pengunjung menyangka Mas Fadly menyimpan alamat email mereka dan menjualnya ke spammer?
Mohon ditanggapi.
terima kasih koreksinya mas
nanti saya cari style yang pas deh.
ini memang komentar pertama yg mengkritisi masalah auto respon..
jadi pejabat n sampingannya tu nilep duit proyek,hehehe…
he he he he…
kalo saya pribadi seh, mau peran ganda kek atau peran ganda campuran kek, pasa prinsipnya sama saja, sepanjag kita bisa membagi proporsi dan jatah masing2 sehingga tidak tumpang tindih sih it’s okay, why not??? gitu aja kok repot hahahaha
tul.. mau meraup semuanya juga tidak soal. yg terpenting bisa dilakukan dan tidak ada pihak dirugikan. tidak melakukan korupsi terhadap piihak lain. gitu aja kok susah..:)
sederhana tapi mengena pak, tapi setidaknya awalan seseorang memang ingin lepas dari jeratan ekonomi yang sulit, jika gaji PNS dirasa tidak cukup, mau gak mau mencari pundi2 uang lainnya, daripada korupsi langsung ke bagian departemen yg diamanahi, mending secara tidak langsung membuat bisnis diluar kerjaan utama, yah, korupsi waktu lah paling tidak yg terjadi, hehehe… tapi yang namanya korupsi memang tidak bisa ditolerir, setidaknya pinter2 bagi waktunya.
disini memang sangat diperlukan pembagian waktu dan pengaturan system. harus siap keluarin modal untuk management, gaji pegawai dan sebagainya…
jadi semua bisa teratasi..ok mas?:)
Siapa yang menanam akan menuai. kalau dia curang, tentu akan menerima akibatnya …
Salam dari Surabaya
A Fauzi
singkat dan mengandn kebenaran.
salam kenal pak Fauzi…
Bener mas..kalau ada yg Di rugikan, ini yg bahaya, apalagi itu pekerjaan utama kita yg dirugikan..bisa berabeh..
Inilah pentingnya kita fokus pd apa yg kita kerjakan.
Saat dikantor fokus pd kerjaan kantor.
Selesai kerja, kita fokus pd bisnis..
Sekali lagi ini memang tidak mudah, apalagi bisnis yg hp jadi senjata utama..ada peluang untuk korupsi waktu saat kerjaan longgar..
setuju dengan pendapat sampean mas
memang tidak mudah, tapi dengan niat baik, saya yakin kita bisa menempatkan diri.. setuju ??
Setuju banget.
Semua amalan itu tergantung dari niatnya. Dan bisa tetap konsisten dalam menjalankannya.
Ternyata masalah membagi waktu dengan sangat benar itu merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh semua kalangan hidup di “dua dunia” ini ya. ( Kalau dilihat dari komentar-komentar yang masuk )
Saya juga mas, antara blogger, mahasiswa, dan pebisnis online. oh iya satu lagi, sebagai pekerja “menyembah Allah SWT ” dan “Pembantu Orang Tua” .
bener mas, kuncinya adalah pemanfaatan waktu dengan sebaik-baiknya..
Salam kenal ! baru pertama mengunjungi blog ini.
salam kenal juga mas, mudah2an betah disini:)
Jujur pak …
saya masih sulit membedakan antara Peran Ganda dan Bisnis Sampingan …
Setelah membaca ulasan Pak Fadly …
mungkin saya tarik kesimpulan … Peran Ganda itu melakukan dua pekerjaan sekaligus dalam satu waktu … (i.e Pegawai Kantoran … tapi tilpon krang-kring ngurusin “bisnis” lain)
Sementara Bisnis Sampingan itu sifatnya tidak saling mengganggu satu sama lain … keduanya berjalan seiring antara yang Utama dan Sampingan … dengan alokasi waktu yang berbeda-beda …
Begitu mungkin ya Pak …?
Salam saya Pak Fadly
betul sekali pak nh,
peran ganda disini saya simpulkan sebagai aktor yg tak ingin rugi dan cenderung merugikan pihak lain.
dan solusinya jika ingin memetik keuntungan diluar kwajiban, bisa melalui bisnis sampingan dengan mempertimbangkan biaya-biaya dan pengaturan waktu yang sepadan..
trims tambahan pemikirannya pak Nh
Semestinya harus bisa menyeimbangkan peran utama dan tugas tambahan agar saling mendukung dan menguatkan, ya Mas…
Setiap orang punya peranan penting dalam tugasnya masing-masing, sesuai tujuan yang ingin dicapainya. Kira-kira begitu ya Mas..
intinya , kita harus mampu meletakkan segala sesuatu sesuai pd porsinya masing2 , gitu ya Mas?
salam
betul bunda, pandai mengatur waktu dan jalankan dalam taraf yg wajar..
trims bunda
Benar kak. Saya tidak setuju jika ada PNS yang lebih mengutamakan pekerjaan sampingannya karena dia kan abdi masyarakat. jangan2 malah memanfaatkan faslitas kantor untuk menunjang kerja sampingannya misalnya, ngambil kertas, tinta printer,dll.
Salam manis dari Batam
PNS jangan ditinggalkan karena ada uang pensiun lho.
Bisnis kan bisa naik-turun, tapi gaji dari pemerintah bisa dinikmati sampai akhir hayat.
salam manis dari Batam
{ 1 trackback }