Aku Hanya Manusia Biasa

by fadlymuin on April 14, 2010

Hal yang normative dan sangat manusiawi. Ketika apa yang kita lihat, begitu pula persepsi nyata seketika akan terbentuk.

Jika kita melihat seseorang mengendarai mobil mewah, berpakaian metropolis, aroma tubuh menggairahkna. Sudah pasti perspesi kita mengatakan orang itu bukanlah orang sembarangan. Ia pastilah seorang yang memiliki karir bagus atau bisnis yang sukses.

Itulah bentuk persepsi nyata dan normatif yang saya maksud.

Sama halnya ketika kita membaca tulisan-tulisan orang lain. Yang terkadang membuat kita terpukau. Sesaat kita akan mengaguminya. Bahwa penulisnya tentu bukanlah orang sembarangan.. setidaknya ia memiliki mind set yang bagus. Pengetahuan yang luas serta tindakan-tindakan yang patut dicontoh.

Kita hanya bisa melakukan personifikasi antara apa yang kita lihat dan siapa yang kita lihat. Gabungan keduanya akan menghasilkan anggapan yang sesuai. Sangatlah manusiawi.

Kawan..

Terkadang sebagai manusia biasa kitapun memiliki banyak kelemahan sekaligus banyak kelebihan. Hanya saja, terkadang kita hanya mampu melihat kelemahan karena ketidakmampuan melihat kelebihan. Baik itu kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Inilah perspepsi yang perlu kita cermati baik-baik. Kita kondisikan dan kita proporsionalkan sesuai dengan garis kondisinya.

Saya bebarapa hari ini, membaca kembali tulisan-tulisan di blog ini. Ada yang bagus dan ada juga yang tidak bagus menurut saya. namun saya maklum, bahwa semua makna tulisan ini terangkai seiring dengan perjalaan waktu.

Jadi anda boleh memetik mana yang bagus dan silahkan singkirkan yang tidak bagus. Tidak semua tulisan diinternet ini harus anda telan bulat-bulat. Kita tentu membutuhkan fariasi seimbang. Agar logika dan hati bisa saling berinteraksi dan mewujudkan perspepsi bagus.

Lalu apa maksudnya dengan judul aku hanya manusia biasa?

Lebih dan kurang dalam kesempurnaan, sudah merupakan hakikat manusia. Tak ada manusia yang terlahir sempurna. Kita hanya bisa melakukan semampu kita, berupaya sebisa mungkin, semaksimal mungkin. Selebihnya serahkan kepada Sang Pemilik Kesempurnaan.

Share

{ 55 comments… read them below or add one }

1 gadogado.info April 14, 2010 at 11:17

sabet lagi pertamaxnya :D

Reply

2 fadlymuin April 15, 2010 at 15:07

sori pertamaxnya baru dibalas nih…:D

Reply

3 mh April 15, 2010 at 18:42

+1 aja gaannn.. :alay

Reply

4 zaki April 14, 2010 at 12:09

saya juga manusia biasa yang mencoba untuk menjadi luar biasa :alay

Reply

5 fadlymuin April 15, 2010 at 15:09

ok deh bung zaki.. :hammer

Reply

6 dafiDRiau April 14, 2010 at 14:10

Emang manusia tidak ada yang terlahir sempurna,….??? pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, hanya saja kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan kita..?? :nerd

Reply

7 fadlymuin April 15, 2010 at 15:10

untuk itulah artikel ini terbit mas..
kekurangan dan kelebihan bisa kita lihat melalu indera perasa kita mas.. antara bahagia atau tidak bahagia..

Reply

8 Suarakelana April 14, 2010 at 14:44

Kesadaran diri dan persepsi tentang diri akan bermakna bila memiliki pengaruh kepada sikap / tindakan berikutnya. Kesadaran sebagai orang biasa yang berlanjut kepada ketaatan kepada Allah adalah hal yg positif. Namun kesadaran sebagai orang biasa yang digunakan sekedar untuk alasan ketidakberhasilan dan berujung kepada kemalasan utk berkreasi adalah negatif.

Reply

9 fadlymuin April 15, 2010 at 15:17

kerucut banget nih, mantap pak!

tindakan dan hati terarah pada Sang Maha Penggerak. dan mengembalikan ketakberdayaan pada makhluk lemah.

betul juga pak, kalau menjadikan kelemahan atau ekstrimnya kemalasan sebagai bentuk ketakberdayaan akut. itu namanya kita memang tidak berani dan tidak akan pernah mau melakukan perubahan yang baik.

Reply

10 online-business-story.com April 14, 2010 at 14:48

kemampuan untuk melihat kekurangan dan kelebihan, memerlukan “keahlian”.

orang yang tidak mempunyai keahlian melihat kekurangannya, cenderung menjadi pribadi yang besar kepala/arogan

orang yang tidak mempunyai keahlian melihat kelebihannya, cenderung menjadi pribadi yang rendah diri dan susah berkembang

Salam Kreatif,
Octa Dwinanda

Reply

11 fadlymuin April 15, 2010 at 15:53

ini argumen kepiting. menjepit. kecuali kita mampu memberikan penjelasan yang berimbang. galak niih mas octa :D

oke mas, sebagai manusia biasa, tentu saja kita memiliki hati dan logika untuk merasakan segala bentuk kekurangan maupun kelebihan kita. akan disesuaikan dengan latar belakang kita masing-masing..

trims mas octa atas komentar galaknya :D

Reply

12 online-business-story.com April 15, 2010 at 16:52

eh… emang galak ya mas. perasaan biasa aja deh. Kalau dianggap galak juga gapapa deh, sekali-kali…. :D

Reply

13 fadlymuin April 15, 2010 at 19:04

galak dalam arti substansinya mas.. kanan kiri menjepit :D

Reply

14 belajar investasi April 14, 2010 at 14:52

dan karena manusia biasa juga, para Nabi diutus oleh Allah …

Reply

15 fadlymuin April 15, 2010 at 15:18

wuih… bener mas..

Reply

16 iskandaria April 14, 2010 at 15:16

Tulisan saya juga tidak semuanya bagus kok mas. Itu juga sangat saya sadari. Terkadang tata bahasanya agak aneh atau terkesan dipaksakan. Beberapa tulisan terkahir saya juga sempat saya edit berkali-kali setelah dipublish. Ternyata saya agak terburu-buru mempublishnya, padahal belum cukup matang untuk disantap pembaca :)

Reply

17 fadlymuin April 15, 2010 at 15:30

iya yah.. tapi seru juga mas is. kalau kita banding-bandingkan tulisan lama dengan yang baru. terlihat jelas dimana letak kekurangannya. apa paragrafnya tidak nyambung, bernada emosional dan sebagaianya..

selain dari itu, saya sebenarnya sedang mencari-cari kelemahan antara apa yang saya tulis selama ini. mana yang dominan dan sebagaianya.. yah semacam intropeksi gitulah..

Reply

18 Suarakelana April 14, 2010 at 17:39

dalam berbisnis tidak jarang kita harus menelan kerugian meski sebelumnya sudah dianalisa dengan matang. Seringkali ini membuat shock dan stress berat. Kesadaran sebagai manusia biasa yg bisa saja salah dalam berencana, seringkali mampu mengobati stress tsb.

Reply

19 fadlymuin April 15, 2010 at 15:34

benar sekali pak. tangisan belum tentu mampu menetralisir perasaan jika ikhlas sebagai manusia biasa, belum diresapi dengan sempurna..

Reply

20 Udin Hamd April 14, 2010 at 19:30

Saya manusia biasa dan blogger biasa

Reply

21 fadlymuin April 15, 2010 at 15:35

biasa + biasa = luar biasa.. he he he

Reply

22 Gadogado.info April 14, 2010 at 19:32

Datang lagi dengan blog lain mas.

Reply

23 fadlymuin April 15, 2010 at 15:36

ada tulisan baru nih keknya mas?

Reply

24 Ahmad IM-bisnis April 14, 2010 at 21:13

kalo kata MH, blogger juga manusia

Reply

25 fadlymuin April 15, 2010 at 15:37

kalau kata mas ahmad apa dong?? :D

Reply

26 Ahmad IM-bisnis April 15, 2010 at 23:27

kalo kata saya, blogger manusia juga :D

Reply

27 fadlymuin April 17, 2010 at 12:48

he he he… ok deh bos :D

Reply

28 Haris_DokterBisnis.Net April 15, 2010 at 00:24

Kesempurnaan memang hanya milik Sang Maha Kuasa..

Reply

29 fadlymuin April 15, 2010 at 15:38

tanpa bantahan sedikitpun. benar sekali!

Reply

30 mh April 15, 2010 at 07:48

tumben melow banget neh.. apa gara-gara pertempuran satpol pp dan mbah priok?

Reply

31 fadlymuin April 15, 2010 at 15:39

iya nih.. jadi malu kita… :cd

Reply

32 Erdien April 15, 2010 at 08:17

“Terkadang sebagai manusia biasa kitapun memiliki banyak kelemahan sekaligus banyak kelebihan. Hanya saja, terkadang kita hanya mampu melihat kelemahan karena ketidakmampuan melihat kelebihan.”
Kalo hanya bisa melihat kelemahan orang lain peribahasanya kan “Kuman di seberang latuan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.
Kalo hanya bisa melihat kelemahan sendiri tanpa bisa melihat kelebihannya, apa peribahasanya ya? :)

Reply

33 fadlymuin April 15, 2010 at 15:42

apa yah pribahasanya? nanti deh kalau ketemu saya posting mas :)

namun begini, kita hanya sebagai manusia hanya bisa menyadari dan menerima bahwa apapun yang sudah melekat di diri kita ini, adalah sebuah kejadian yang “dialektis”. maksudnya semua kejadian adalah hasil dari “benturan-benturan” baik dalam bentuk positif maupun negatif. sehingga jadilah kita seperti sekarang ini.. begitu seterusnya

Reply

34 online-business-story.com April 15, 2010 at 15:42

lah kok komentarku yang kemarin ga muncul ya…. :berduka

Reply

35 fadlymuin April 15, 2010 at 15:56

maklum mas, satpol pp makin galak.. tapi berkat keahlian pengacaraku, komen sudah saya bebaskan tuh

Reply

36 mh April 15, 2010 at 18:40

mana nih tulisan KRIUUKKK nyaaa????

Reply

37 fadlymuin April 15, 2010 at 19:01

lagi melempem nih gan.. (kalengnya ga tertutup) he he he

Reply

38 Agus Siswoyo April 15, 2010 at 22:11

Nggak melempem juga kok mas. Ibarat lontong sayur, meski nggak terdengar suaranya tapi bikin kenyang.

Reply

39 fadlymuin April 17, 2010 at 12:50

he he he.. bisa saja nih mas Agus.. tks bro

Reply

40 2R April 15, 2010 at 19:22

Sy juga manusia biasa mas, yg lagi belajar utk menjadi luarbiasa…hohooo…

Reply

41 fadlymuin April 17, 2010 at 12:53

muantep deh. semoga saja terus berproses menuju kesana mas

Reply

42 Agus Siswoyo April 15, 2010 at 22:08

Wajar saja mas, mesin pencetak aja kadang mengalami error dan trouble. Apalagi manusia sebagai makhluk kompleks yang diberkati hati dan perasaan.

Secara umum orang dinilai dari keseluruhan sikap da pikiran dalam jangka waktu tertentu. Kalau menilai secara terpotong-potong per hari tentu nggak fair.

Reply

43 fadlymuin April 17, 2010 at 12:55

selaras mas..
setiap manusia memiliki karakter yang dominan. pasang surut daya tarik yang dia perlihatkan bersifat sementara, saya kira.

pendapat yang bijaksana mas Agus..:)

Reply

44 aas April 15, 2010 at 22:47

kayanya lebih enak jadi orang biasa mas, biasa makan enak, biasa berolah raga, biasa bersosialisasi, biasa juara … termasuk biasa menulis di blog seperti mas Fadly ini

Reply

45 fadlymuin April 17, 2010 at 12:56

enak juga yah kalau begitu.. “biasa” yang luar biasa :D

Reply

46 Aldy April 15, 2010 at 23:13

Aku juga sama, sama manusia biasa Mas Fadly.
Yang penting dibalik ketidak sempurnaan itu kita masih bisa berbuat kebaikan untuk mengurangi kekurangan orang lain dan diri kita.

Reply

47 fadlymuin April 17, 2010 at 12:57

betul sekali mas Aldy, saya setuju itu. walau terbatas, kita perlu melakukan perbuatan terbaik yang kita miliki. sedikit demi sedikit lama-lama menjadi luar biasa.. sederhananya sih begitu mas Aldy..

Reply

48 T. Wahyudi April 16, 2010 at 06:13

jadi ingat lagi mas…. SEMPURNA…. he…

Reply

49 fadlymuin April 17, 2010 at 12:59

he he he.. sudah lama sekali saya tidak dengar lagu itu mas..

Reply

50 arsumba April 16, 2010 at 06:41

yups.. “aku hanya manusia biasa.. ”
terus manusia yang luar biasa gimana ya mas? hehehe..

Reply

51 fadlymuin April 17, 2010 at 13:00

jangan tanya daku crit.. :D
manusia luar biasa, adalah manusia yang memiliki segudang kelebihan tapi memiliki kerendahan hati seluas samudra..

Reply

52 bundapreneur April 16, 2010 at 13:15

knp agak beda yah bang? seperti bukan Fadly yang biasa…..tidak ada manusia yang sempurna….saya juga manusia biasa, tapi ingin menjadi yang tidak biasa :)

Reply

53 fadlymuin April 17, 2010 at 13:02

sesekali tampil agag lain bunda..
mungkin lagi mencoba masuk dalam suasana yang lain bunda..

trims sensitifitasnya bunda.. :)

Reply

54 Triagung.com April 17, 2010 at 07:01

gading bisa retak juga, mungkin itu gambaran bahwa manusia mutlak memiliki kekurangan…mengenai respon kita terhadap sosok yang digambarkan mas Fadly, memang manusiawi karena stimulus yang diberikannyapun positif. Sesuai dengan fitrah manusia yang suka dengan keindahan…

Reply

55 fadlymuin April 17, 2010 at 13:03

satu lagi komentar yang membuat saya tercengang.. kagum!
trims mas Agung

Reply

Leave a Comment

{ 1 trackback }

Previous post:

Next post: