Hal yang normative dan sangat manusiawi. Ketika apa yang kita lihat, begitu pula persepsi nyata seketika akan terbentuk.
Jika kita melihat seseorang mengendarai mobil mewah, berpakaian metropolis, aroma tubuh menggairahkna. Sudah pasti perspesi kita mengatakan orang itu bukanlah orang sembarangan. Ia pastilah seorang yang memiliki karir bagus atau bisnis yang sukses.
Itulah bentuk persepsi nyata dan normatif yang saya maksud.
Sama halnya ketika kita membaca tulisan-tulisan orang lain. Yang terkadang membuat kita terpukau. Sesaat kita akan mengaguminya. Bahwa penulisnya tentu bukanlah orang sembarangan.. setidaknya ia memiliki mind set yang bagus. Pengetahuan yang luas serta tindakan-tindakan yang patut dicontoh.
Kita hanya bisa melakukan personifikasi antara apa yang kita lihat dan siapa yang kita lihat. Gabungan keduanya akan menghasilkan anggapan yang sesuai. Sangatlah manusiawi.
Kawan..
Terkadang sebagai manusia biasa kitapun memiliki banyak kelemahan sekaligus banyak kelebihan. Hanya saja, terkadang kita hanya mampu melihat kelemahan karena ketidakmampuan melihat kelebihan. Baik itu kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Inilah perspepsi yang perlu kita cermati baik-baik. Kita kondisikan dan kita proporsionalkan sesuai dengan garis kondisinya.
Saya bebarapa hari ini, membaca kembali tulisan-tulisan di blog ini. Ada yang bagus dan ada juga yang tidak bagus menurut saya. namun saya maklum, bahwa semua makna tulisan ini terangkai seiring dengan perjalaan waktu.
Jadi anda boleh memetik mana yang bagus dan silahkan singkirkan yang tidak bagus. Tidak semua tulisan diinternet ini harus anda telan bulat-bulat. Kita tentu membutuhkan fariasi seimbang. Agar logika dan hati bisa saling berinteraksi dan mewujudkan perspepsi bagus.
Lalu apa maksudnya dengan judul aku hanya manusia biasa?
Lebih dan kurang dalam kesempurnaan, sudah merupakan hakikat manusia. Tak ada manusia yang terlahir sempurna. Kita hanya bisa melakukan semampu kita, berupaya sebisa mungkin, semaksimal mungkin. Selebihnya serahkan kepada Sang Pemilik Kesempurnaan.
Share

{ 55 comments… read them below or add one }
sabet lagi pertamaxnya
sori pertamaxnya baru dibalas nih…:D
+1 aja gaannn.. :alay
saya juga manusia biasa yang mencoba untuk menjadi luar biasa :alay
ok deh bung zaki.. :hammer
Emang manusia tidak ada yang terlahir sempurna,….??? pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, hanya saja kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan kita..?? :nerd
untuk itulah artikel ini terbit mas..
kekurangan dan kelebihan bisa kita lihat melalu indera perasa kita mas.. antara bahagia atau tidak bahagia..
Kesadaran diri dan persepsi tentang diri akan bermakna bila memiliki pengaruh kepada sikap / tindakan berikutnya. Kesadaran sebagai orang biasa yang berlanjut kepada ketaatan kepada Allah adalah hal yg positif. Namun kesadaran sebagai orang biasa yang digunakan sekedar untuk alasan ketidakberhasilan dan berujung kepada kemalasan utk berkreasi adalah negatif.
kerucut banget nih, mantap pak!
tindakan dan hati terarah pada Sang Maha Penggerak. dan mengembalikan ketakberdayaan pada makhluk lemah.
betul juga pak, kalau menjadikan kelemahan atau ekstrimnya kemalasan sebagai bentuk ketakberdayaan akut. itu namanya kita memang tidak berani dan tidak akan pernah mau melakukan perubahan yang baik.
kemampuan untuk melihat kekurangan dan kelebihan, memerlukan “keahlian”.
orang yang tidak mempunyai keahlian melihat kekurangannya, cenderung menjadi pribadi yang besar kepala/arogan
orang yang tidak mempunyai keahlian melihat kelebihannya, cenderung menjadi pribadi yang rendah diri dan susah berkembang
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
ini argumen kepiting. menjepit. kecuali kita mampu memberikan penjelasan yang berimbang. galak niih mas octa
oke mas, sebagai manusia biasa, tentu saja kita memiliki hati dan logika untuk merasakan segala bentuk kekurangan maupun kelebihan kita. akan disesuaikan dengan latar belakang kita masing-masing..
trims mas octa atas komentar galaknya
eh… emang galak ya mas. perasaan biasa aja deh. Kalau dianggap galak juga gapapa deh, sekali-kali….
galak dalam arti substansinya mas.. kanan kiri menjepit
dan karena manusia biasa juga, para Nabi diutus oleh Allah …
wuih… bener mas..
Tulisan saya juga tidak semuanya bagus kok mas. Itu juga sangat saya sadari. Terkadang tata bahasanya agak aneh atau terkesan dipaksakan. Beberapa tulisan terkahir saya juga sempat saya edit berkali-kali setelah dipublish. Ternyata saya agak terburu-buru mempublishnya, padahal belum cukup matang untuk disantap pembaca
iya yah.. tapi seru juga mas is. kalau kita banding-bandingkan tulisan lama dengan yang baru. terlihat jelas dimana letak kekurangannya. apa paragrafnya tidak nyambung, bernada emosional dan sebagaianya..
selain dari itu, saya sebenarnya sedang mencari-cari kelemahan antara apa yang saya tulis selama ini. mana yang dominan dan sebagaianya.. yah semacam intropeksi gitulah..
dalam berbisnis tidak jarang kita harus menelan kerugian meski sebelumnya sudah dianalisa dengan matang. Seringkali ini membuat shock dan stress berat. Kesadaran sebagai manusia biasa yg bisa saja salah dalam berencana, seringkali mampu mengobati stress tsb.
benar sekali pak. tangisan belum tentu mampu menetralisir perasaan jika ikhlas sebagai manusia biasa, belum diresapi dengan sempurna..
Saya manusia biasa dan blogger biasa
biasa + biasa = luar biasa.. he he he
Datang lagi dengan blog lain mas.
ada tulisan baru nih keknya mas?
kalo kata MH, blogger juga manusia
kalau kata mas ahmad apa dong??
kalo kata saya, blogger manusia juga
he he he… ok deh bos
Kesempurnaan memang hanya milik Sang Maha Kuasa..
tanpa bantahan sedikitpun. benar sekali!
tumben melow banget neh.. apa gara-gara pertempuran satpol pp dan mbah priok?
iya nih.. jadi malu kita… :cd
“Terkadang sebagai manusia biasa kitapun memiliki banyak kelemahan sekaligus banyak kelebihan. Hanya saja, terkadang kita hanya mampu melihat kelemahan karena ketidakmampuan melihat kelebihan.”
Kalo hanya bisa melihat kelemahan orang lain peribahasanya kan “Kuman di seberang latuan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.
Kalo hanya bisa melihat kelemahan sendiri tanpa bisa melihat kelebihannya, apa peribahasanya ya?
apa yah pribahasanya? nanti deh kalau ketemu saya posting mas
namun begini, kita hanya sebagai manusia hanya bisa menyadari dan menerima bahwa apapun yang sudah melekat di diri kita ini, adalah sebuah kejadian yang “dialektis”. maksudnya semua kejadian adalah hasil dari “benturan-benturan” baik dalam bentuk positif maupun negatif. sehingga jadilah kita seperti sekarang ini.. begitu seterusnya
lah kok komentarku yang kemarin ga muncul ya…. :berduka
maklum mas, satpol pp makin galak.. tapi berkat keahlian pengacaraku, komen sudah saya bebaskan tuh
mana nih tulisan KRIUUKKK nyaaa????
lagi melempem nih gan.. (kalengnya ga tertutup) he he he
Nggak melempem juga kok mas. Ibarat lontong sayur, meski nggak terdengar suaranya tapi bikin kenyang.
he he he.. bisa saja nih mas Agus.. tks bro
Sy juga manusia biasa mas, yg lagi belajar utk menjadi luarbiasa…hohooo…
muantep deh. semoga saja terus berproses menuju kesana mas
Wajar saja mas, mesin pencetak aja kadang mengalami error dan trouble. Apalagi manusia sebagai makhluk kompleks yang diberkati hati dan perasaan.
Secara umum orang dinilai dari keseluruhan sikap da pikiran dalam jangka waktu tertentu. Kalau menilai secara terpotong-potong per hari tentu nggak fair.
selaras mas..
setiap manusia memiliki karakter yang dominan. pasang surut daya tarik yang dia perlihatkan bersifat sementara, saya kira.
pendapat yang bijaksana mas Agus..:)
kayanya lebih enak jadi orang biasa mas, biasa makan enak, biasa berolah raga, biasa bersosialisasi, biasa juara … termasuk biasa menulis di blog seperti mas Fadly ini
enak juga yah kalau begitu.. “biasa” yang luar biasa
Aku juga sama, sama manusia biasa Mas Fadly.
Yang penting dibalik ketidak sempurnaan itu kita masih bisa berbuat kebaikan untuk mengurangi kekurangan orang lain dan diri kita.
betul sekali mas Aldy, saya setuju itu. walau terbatas, kita perlu melakukan perbuatan terbaik yang kita miliki. sedikit demi sedikit lama-lama menjadi luar biasa.. sederhananya sih begitu mas Aldy..
jadi ingat lagi mas…. SEMPURNA…. he…
he he he.. sudah lama sekali saya tidak dengar lagu itu mas..
yups.. “aku hanya manusia biasa.. ”
terus manusia yang luar biasa gimana ya mas? hehehe..
jangan tanya daku crit..
manusia luar biasa, adalah manusia yang memiliki segudang kelebihan tapi memiliki kerendahan hati seluas samudra..
knp agak beda yah bang? seperti bukan Fadly yang biasa…..tidak ada manusia yang sempurna….saya juga manusia biasa, tapi ingin menjadi yang tidak biasa
sesekali tampil agag lain bunda..
mungkin lagi mencoba masuk dalam suasana yang lain bunda..
trims sensitifitasnya bunda..
gading bisa retak juga, mungkin itu gambaran bahwa manusia mutlak memiliki kekurangan…mengenai respon kita terhadap sosok yang digambarkan mas Fadly, memang manusiawi karena stimulus yang diberikannyapun positif. Sesuai dengan fitrah manusia yang suka dengan keindahan…
satu lagi komentar yang membuat saya tercengang.. kagum!
trims mas Agung
{ 1 trackback }