Berhenti Kerja Setelah Diperkosa!

by fadlymuin on May 7, 2010

Tragis dan sedih memang, ketika seorang mengalami kekerasan pemerkosaan. Wilayah pribadinyanya telah dikoyak-koyak oleh pihak lain. Ia mengalami tekanan bathin yang luar biasa. Hati hancur dan harapan semakin gelap.

Apalagi bagi seorang pekerja, mengalami pemerkosaan lalu kemudian memutuskan untuk berhenti kerja bukanlah perkara enteng. Banyak konsekuensi logis yang harus ditanggung. Kebutuhan hidup tetap ada dan menuntut untuk dipenuhi. Tentu saja, ia tak bisa berlama-lama berdiam diri dan tak menghasilkan apa-apa.

Begitu kira-kira gambaran jika seorang mengalami pemerkosaan.

Yang saya maksud disini bukanlah pemerkosaan seperti yang ada dibenak kita selama ini. Yaitu pemerkosaan yang dilakukan seorang lelaki hidung belang yang tak bertanggung jawab. Melainkan sebuah pemerkosaan pemikiran yang diderita seseorang yang kemudian ia memutuskan untuk berhenti kerja dan memulai usaha sendiri.

Bagaimana maksudnya?

Begini, bagi orang dewasa, melakukan hubungan seks atas dasar rasa suka sama suka jauh lebih intim, jauh lebih nikmat dibandingkan melakukannya karena dipaksa. Pasti rasanya sakit, tidak enak dan merasa telah diperlakukan ”kasar”.

Sama halnya seseorang yang ingin dan pada akhirnya memutuskan untuk berhenti kerja karena adanya keterpaksaan. Akibat otaknya telah diperkosa oleh rangsangan yang tak diingnkannya. Maka tindakannya untuk keluar dari pekerjaannya saat itu adalah sebuah keputusan yang terpaksa dan gelap.

Akibatnya ia akan berjalan tanpa arah dan tanpa tujuan. Mengalami traumatik akibat prilaku perkosaan yang dideritanya.

Kesuciannya ditempat kerja harus ia tinggalkan, padahal mentalnya belum siap, fikirannya belum mantap untuk meninggalkan semuanya. Akibatnya terlantung-lantung dan mulai terserang virus-virus gagal.

Tentu saja hal ini tak ingin dialami oleh siapapun yang sementara ini sedang merintis karir dan berancang-ancang untuk memulai usahanya sendiri. Sebab anda sudah bisa memprediksikan apa yang terjadi jika anda mengalami pemerkosaan seperti yang dimaksudkan diatas.

Saya bukannya menakut-nakutin ataupun memberikan sinyal negatif terhadap anda yang berkeinginan untuk pindah ke Kuadran B. Melainkan saya justru ingin anda memiliki keinginan dari dalam untuk melakukan semua itu.

Saya ingin anda merangsang diri anda dari dalam dan menikmati rangsangan dari luar, sehingga hasil yang akan anda terima bisa mencapi titik klimaks yang dimaksud. Anda bisa mengalami orgasme putusan yang memuaskan. Enak khan?

Daripada anda harus mengalami pemerkosaan keputusan. Anda menerima saja anjuran untuk memulai usaha sendiri. Menurut yang anda baca, mungkin, bahwa memulai usaha sendiri kemungkinan lebih menyenangkan karena kita bisa mengendalikan penghasilan kita sendiri. Betul!

Tapi kalau tidak siap dari dalam, maka efek traumatik, seperti halnya traumanya orang yang diperkosa akan anda lami juga dalam dimensi yang lain. Sangat disayangkan jika itu sampai terjadi.

Makanya, saya tidak pernah memperkosa istri sendiri untuk berhenti kerja. Saya tidak pernah sama sekali memaksanya. Biarlah dia sendiri yang mengalami rangsangan dari dalam. Biarlah keputusan beraninya itu lahir dan tumbuh akibat rangsangan akumulatif.

Nah sekarang giliran anda. Bagaimana sudah siap orgasme dengan keputusan berhenti kerja, atau masih merasa belum dewasa untuk mencicipi wilayah itu?

Silahkan berbagi disini yah..

Share

{ 84 comments… read them below or add one }

1 herlina mutmainah May 7, 2010 at 17:27

waaaa, takuuuttttt!
..pemerkosaan/keterpaksaan untuk berhenti kerja? termasuk phk jugakah? tentu rasa tidak kompeten atau rasa di belenggu mula mula merajai,…
segala sesuatu ada resikonya, tidak mudah untuk berpindah pindah kuadran dan mencoba hal hal baru yang harus di mulai dari awal. tapi ada juga yang malah lebih maju setelah di perkosa… hehehe

Reply

2 fadlymuin May 8, 2010 at 09:01

ini menyangkut sebuah keputusan mbak. tentu saja orang yang mengambil keputusan dengan kematangan yang terukur, jauh lebih nikmat ketimbang orang yang memutuskan atas dasar keraguan akut.

dalam kasus tertentu ada juga memang yang berhasil karena sebuah tekanan (phk dan tak punya penghasilan) hal ini tak lepas dari faktor x faktor Ketuhanan juga tak bisa dilupakan

Reply

3 The Fachia May 7, 2010 at 17:31

Saya termasuk orang yg dasarnya gak mau disuruh2. Jadi saya lebih memilih usaha sendiri walaupun itu berat.. :)

Salam kenal…

Reply

4 fadlymuin May 8, 2010 at 09:02

wah selamat yah.. semoga bisa menyebarkan virus itu ke orang-orang terdekatnya..:)

Reply

5 mh May 7, 2010 at 19:14

awas maho lewat gan…

Reply

6 fadlymuin May 8, 2010 at 09:03

he he he.. skali-skali gan :D

Reply

7 mh May 10, 2010 at 16:59

kalo diperkosa, nikmati aja gan.. abis itu baru lapor polisi… lumayan gak rugi2 banget heheheh

Reply

8 fadlymuin May 10, 2010 at 17:33

wakakaka…..

Reply

9 iskandaria May 7, 2010 at 21:10

Dari dulu saya merasa kurang pas jika bekerja untuk orang lain mas. Makanya saya lebih suka berwirausaha atau kerja sendiri. Sudah merasa cukup dewasa. Tapi kalau orgasmenya belum saya rasakan :-)

Reply

10 fadlymuin May 8, 2010 at 09:04

selamat mas. semua itu butuh proses. nantinya akan ketahuan kok kalau sudah melalu tahapan uji coba yang dramatis.

nanti juga orgasmenya bisa kerasa kok :D

Reply

11 Suarakelana May 7, 2010 at 21:54

analogi yg keren mas. Saya membutuhkan 20 tahun utk rela diperkosa (kalo rela bukan diperkosa namanya ya hehe…).
Pertama, yg saya tangkap adalah bahwa tulisan ini arahnya lebih kepada yg sudah bekerja, bukan yg memang langsung terjun ke bisnis. Waktu yg dibutuhkan agar tak perlu merasa diperkosa akan semakin singkat bila ybs memperoleh wawasan yg cukup plus lingkungan yg kondusif. Dan menurut saya tulisan2 yg kita buat di blog semestinya membantu proses ini secara benar. Bukan justru ikut2an memperkosa via iming2 yg tidak rasional.
Kedua, proses peralihan kuadran merupakan proses transformasi mindset. Bukan hal yg mudah bagi kebanyakan orang. Dan bila maksudnya beralih ke B, jangan salah persiapan shg malah cuma sampai di S. Ada perbedaan amat mendasar di antara keduanya.

Reply

12 fadlymuin May 8, 2010 at 09:12

nah itulah..
peralihan kuadran atau meminjam istilah pak Hery, transformasi kuadran memang tak semudah membalikkkan telapak tangan. dibutuhkan “klik” yang tepat yang bisa merubah mindset dan keyakinan seseorang untuk benar-benar berada di kuadran baru.

dan itu bisa di capai dengan dorongan dari dalam, bukan atas dasar paksaan (perkosaan pemikiran) pengaruh dari luar hanyalah rangsangan untuk membantu orgasme keputusan untuk mencapai klimaks. dan harapannya hasilnya bisa memberikan kepuasan yang klimaks..

Reply

13 delia May 7, 2010 at 22:21

Jujur kali ini artikelnya lumayan berat :D

Lia sependapat sebaiknya berhenti kerja bukan karena diperkosa…. Lia maunya dilepas saja dengan jaminan :D
Negoisasi yang baik dengan pemerkosa kan bisa dilakukan.. :) dgn perjanjian kita masih membina hubungan baik..manfaatnya kita akan dberikan kiat2 usaha dari mantan bos , diberikan rekomendasi untuk memulai usaha yang baru dan jaringan tentunya……Menurut lia seperti itu..

Sangat mau merasakan orgasme itu Pak padly… Mudah2an secepatnya.. wekekeke…… (halahhhh ngomong apa sih aq ini)

Reply

14 fadlymuin May 8, 2010 at 09:16

berat atau susah dimengerti mbak lia? :)

jadi maksudnya ada pelepasan yang menyenangkan antara pihak pemaksa dan pihak yang dipaksa?

bisa jadi model seperti itu, karena sudah memiliki dasar-dasar pemikiran yang bagus tentang berbisnis atau memulai karir usahanya sendiri. orang seperti itu biasanya memiliki kecerdasan emosional yang baik. sehingga meninggalkan semuanya atas dasar negosiasi yang bijaksana.

tidak mengapa juga, justru itu bagus kok. namun biasanya pihak pemerkosa agag berat melepaskan “kekasihnya” itu :)

mudah2an cepat merasakan orgasmenya mbak lia ;) (wahahahah)

Reply

15 delia May 8, 2010 at 09:47

Berat plus susah dimengerti bagi yang masih single Pak… :P
wahahahaha…

Happy weekend Pak

Reply

16 iskandaria May 8, 2010 at 10:24

Di sinilah letak kelihaian mas Fadly dalam beranalogi mbak. Pintar meramu dan meracik kata. Dan kemudian diperbandingkan dengan hal lain yang bersifat sama :-)

Intinya, orgasme itu kepuasan puncak. Saya juga masih single kok.

Reply

17 fadlymuin May 8, 2010 at 16:32

sip. tambahan yang memadai mas is. tks
nampaknya sudah siap nih? he he he

18 fadlymuin May 8, 2010 at 16:31

sesekali merambah wilayah dewasa dalam konteks memperkaya wacana dan meramu kosa kata dan makna. sungguh mengasyikkan loh mbak lia…

tak perlu pengalaman untuk melakukan itu. memang sih, jauh lebih menjiwai, jika kita sudah mengalaminya.. he he he. makanya buruan yah diresmikan ;)

Reply

19 delia May 8, 2010 at 17:29

wow… Kalo mendengar kata2 mengasyikkan apalagi rekomendasi pak Fadly pasti mengasyikkan… halahhhh :D

Amin…Aminn.. Mudah2an Mas Agus, Mas Iskandaria dan Mbak Delia segere menyusul … Hheheheheheh :)

Baru lia sadari ternyata malam ini malam minggu :(

20 Ahmad IM-bisnis May 7, 2010 at 22:52

orgasme itu apa mas ya?

Reply

21 Agus Siswoyo May 8, 2010 at 07:19

emang selama ini nggak ngalamin? hahaha…

Reply

22 Ahmad IM-bisnis May 9, 2010 at 10:08

huss kalo yang itu gak usah tanya! nikmatnya poll! wkwkwk
jadi pengen khan? makanya cepetan sebelum basi mas Agus :D

Reply

23 Agus Siswoyo May 9, 2010 at 10:10

Biar nggak basi, tak angetin di magic jar aja.
Hahaha…

Reply

24 fadlymuin May 9, 2010 at 13:34

awas gosong dan apek karena kelamaan di suhu tinggi .. he he he

25 fadlymuin May 8, 2010 at 09:17

wah masa ga tau?

orgasme adalah sebuah gejolak tubuh yang merongrong untuk segera menemukan titik puncak.. (walah….. sok kayak dr boyke)

Reply

26 Agus Siswoyo May 8, 2010 at 07:17

…Saya ingin anda merangsang diri anda dari dalam dan menikmati rangsangan dari luar, sehingga hasil yang akan anda terima bisa mencapi titik klimaks yang dimaksud. Anda bisa mengalami orgasme putusan yang memuaskan. Enak khan?…

Ngeri banget saya bacanya. Hehehe…

Reply

27 fadlymuin May 8, 2010 at 09:19

wehehehe…
kalau anak muda yang masih bujangan memang suka ngalamin “kengerian” itu mas :p

khan sudah ada calonnya, kapan nih diresmikan? :D

Reply

28 Agus Siswoyo May 9, 2010 at 10:11

nunggu lebaran haji mas…

Reply

29 fadlymuin May 9, 2010 at 13:34

okelah kalau gitu..

Reply

30 prasetyo May 8, 2010 at 17:53

wkwkwkwk………… numpang ketawa,,,,,,,

Reply

31 fadlymuin May 9, 2010 at 13:35

senasib yah mas? he he he

Reply

32 ago May 8, 2010 at 09:11

Rasakan orgasme keputusan dan capailah titik klimaksnya,,, hu hu hu nda kuku deh,,,,,, he he he

Reply

33 fadlymuin May 8, 2010 at 09:21

he he he… makanya minum madu aja mas..:D

Reply

34 darahbiroe May 8, 2010 at 10:38

hahaha
artikel yang berat
dan sulit dimengerti
bagi saya yang masih abu2 ini
hahahaha
:D

Reply

35 fadlymuin May 8, 2010 at 16:33

dinikmati secukupnya saja dulu darah…:)

Reply

36 timlonet May 8, 2010 at 11:05

tak kirain tadi pemerkosaan beneran… :-D

Reply

37 fadlymuin May 8, 2010 at 16:34

setelah tau, bagaimana pendapat anda? :)

Reply

38 aas maesyanurdin May 8, 2010 at 13:32

pilihan judul ini kalau di koran, bikin tiras naik, apalagi kalau ada ilustrasi berupa gambar..wkwkwk
namun perkosaan juga ada yg enak koq, diperkosa berkali-kali hingga menimbulkan kegairahan dan or***e berulang, sebagaimana terjadi di dalam dunia kerja.
Gemblengan dan pengalaman yang cukup keras di suatu perusahaan, kadang2 membuat seseorang matang dan siap terjun untuk memulai bisnis sendiri bahkan setelah beberapa tahun bukan tidak mungkin bisa mengalahkan perusahaan2 tempat dulu dia bekerja.

Reply

39 fadlymuin May 8, 2010 at 16:36

ilustrasi seperti itu memang umum terjadi mas Aas. dengan kata lain, biasanya sang calon usahwan, terlebih dahulu membangun mental dan menyerap system di tempat ia bekerja. selanjutnya ia akan memindahklan wilayah kerjanya ke tempat yang akan menjadi miliknya sendiri, usahanya sendiri.

itulah biasanya kita mengenal kata “bisnis sampingan” menurut saya, ini cara yang lebih bijaksana, ketimbang mengambil keputusan yang tiba-tiba karena dorongan yang berdasarkan emosional semata.. atau kasarnya telah diperkosa oleh asumsi yang belum tentu ia memahaminya..

Reply

40 candradot.com May 8, 2010 at 14:51

wuih judulnya…
begitu juga kalimat-kalimatnya
saya belum 17 tahun mas hehehe

Reply

41 fadlymuin May 8, 2010 at 16:37

umur belum tujuh belas tahun.. tapi gairahnya melebihi 17 thn ke atas yah? wakakakak…

Reply

42 adin May 8, 2010 at 18:02

wah, udah perkosaan-perkosaan,hehehe… :D

Reply

43 aldy May 8, 2010 at 21:45

Sementara saya memilih hybrid dulu Mas, bekerja untuk orang lain dan mulai merintis usaha sendiri. Saya merasa lebih save dengan cara seperti ini. Saya juga tidak mau memperkosa diri saya agar keluar dari pekerjaan yang sekarang dan tidak mau memaksa memulai usaha sendiri secara fulltime karena saya belum 100% siap. Nggak salah kan ?

Reply

44 fadlymuin May 8, 2010 at 23:38

sama sekali tidak salah mas Aldy. justru artikel ini sangat pas dengan komentar anda. jangan sampai kita memilih jalan baru karena terperkosa oleh pemikiran yang belum tentu pas untuk jalan hidup kita..

Reply

45 Erdien May 9, 2010 at 00:11

Seseorang yang tidak memiliki keberanian untuk “menikah” dengan usahanya sendiri dan terninabobokan oleh asuhan “orangtua” di mana dia bekerja tidak akan prnah memiliki “anak” hasil dari buah usahanya sendiri. Namun, ketika dia mengalami “pemerkosaan” akhirnya dia pun berkesempatan memiliki anak.

Jadi, kadang kita perlu merelakan diri “diperkosa” untuk berhenti kerja agar mampu “melahirkan” penghasilan sendiri :)

Reply

46 fadlymuin May 9, 2010 at 09:41

wah ini komentar mencerahkan mas..
jadi intisarinya, situasional terkadang membawa kenikmatan tersendiri bagi hidup kita yah.. walau pada awalnya tidak kita senangi? super…! (gaya mario teguh)

jika ada proses transformasi ketika kita sadar bahwa “oh kita sudah terperkosa” kita mulai ikhlas dan mencari cara-cara baru untuk menjalani hidup.. sip..sip..

Reply

47 delia May 9, 2010 at 15:31

Komentar Kang Erdien membuat lia sedikit tersentill.
,maklum sekarang masih dalam bayang2 orang tua…padahal niat punya anak itu ada… halahhhhhhhhhhhhhh

Mudah2an cepat menikah lah…
(tetap nggak mau diperkosa :D )

Reply

48 Mastyo May 9, 2010 at 05:48

Berbicara mengenai perkosaan, sebetulnya say punya tips yang bagus mas, yaitu bagaiman agar diperkosa tidak sakit yakni “PASRAH”…saya setelah 10 tahun diperkosa dengan pasrah luayan bs merasakan nikmatnya, tapi kayaknya lebih mengasyikkan memperkosa deh, akhirnya itu yang membuat saya memutuskan untuk meninggalkan pemerkosa pemerkosa saya untuk menjadi “pemerkosa”…hehehehe…

Reply

49 fadlymuin May 9, 2010 at 09:43

kuncinya ihklas yah mas?
kayaknya itu tombol yang harus kita klik dengan energi yang pas, saya rasa kita bisa melakukan itu jika kita memang benar-benar memiliki energi disitu.

Reply

50 Mastyo May 9, 2010 at 10:17

berat memang mas, untuk memulai dengan ikhlas, tetapi klo tidak dimulai ya tidak akan ada hasilnya ya mas…perjalanan panjang 1000 mill akan terjadi bila diawali dengan satu langkah.

Reply

51 fadlymuin May 9, 2010 at 14:16

tepat sekali mas tyo..
saya pernah merasakan ikhlas ketika melepas sesuatu yg rasanya itu sudah milik kita.. tapi ternyata harus merelakannya. jika kita tidak ikhlas, maka rasanya jauh lebih berat. berbeda setelah saya mengihklaskannya. rasanya lebih plong. ringan dan gembira

Reply

52 delia May 9, 2010 at 15:34

Ehmmmm…..
ikhlas diperkosa ……….
Baiklah….. :D

(Kok jadi OOT…)
lia ikhlas dan sangat ikhlas membaca semua komen dan masukan,.. mudah2an tiba saatnya nanti lia juga bisa menjadi pemerkosa pikiran orang lain untuk memulai jiwa bisnis… :)

53 Mastyo May 9, 2010 at 19:59

betul mas, saya juga merasakan hal yang sama. seolah beban berat hilang.

54 arief maulana May 9, 2010 at 07:24

judulnya cukup menggelitik juga, tapi bisa menarik minat.
Memang tidak mudah untuk begitu saja berubah kuadran, tapi paling tidak saya pribadi lebih suka untuk memulai sebelum kondisi terpaksa itu tercipta.

Dalam artian, kita mempersiapkan diri untuk prepare sejak dini. Sama halnya dengan orang2 yg baru memutuskan terjun di bisnis saat mereka pensiun dengan harapan mengganti uang gaji yg hilang.

Tapi mereka lupa. Bahwa bisnis tidak serta merta bisa. Justru sebelum pensiun mesti memulai, agar ketika tiba masanya sudah di posisi mahir.

Jadi… sebelum diperkosa, dinikmati sendiri dulu…

Reply

55 fadlymuin May 9, 2010 at 09:45

iya mas.
diperlukan kesadaran-dini. menggunakan posisi saat ini dengan persiapan yang matang. agar setelah itu bisa melangkah lebih yakin dan berani.

walau memang dalam kasus tertentu, justru setelah terperkosa, kita mengalami keberanian yang reflektif. sprt komentar mas Erdien di atas..

Reply

56 SEO Series tutorial May 9, 2010 at 13:23

salam sahabat
tapi mas saya masih sering bekerja untuk orang lain
jadi hikahnya kita harus menyiapkan sejak dini
jika erkenan mampir balik ya

Reply

57 fadlymuin May 9, 2010 at 14:18

salam kenal

Reply

58 Imamz May 9, 2010 at 15:39

intinya, kita harus berfikir secara matang apa yang akan kita ambil nantinya , entah resiko dan hasilnya nanti .
ikhlas akan pilihan kita .

analogi yang bagus mas .

Reply

59 fadlymuin May 10, 2010 at 11:46

ringkas dan tepat sekali mas imam menarik benang merahnya.. sip

Reply

60 Imamz May 11, 2010 at 20:32

sip Mas :)

Reply

61 Reza Fauzi May 9, 2010 at 17:54

jujur saya belum siap untuk berhenti kerja :D

Reply

62 fadlymuin May 10, 2010 at 11:47

kalau blm siap jangan berhenti mas :D

Reply

63 bundapreneur May 9, 2010 at 18:48

Aw aw aw aw………..membaca judulnya sdh bisa menduga isinya,,,,,tapi pas baca teteeeeppp rada2 berat, khas mas Fadly…eniwei,,,saya tdk pernah diperkosa dan mempekosa hihihi….tapi sering multiple orgasm……qkqkqkqkqk (artikel sgt berpengaruh pada komentar…..) kerennn ga ada maho pun….

Reply

64 fadlymuin May 10, 2010 at 11:49

kalau yg baca orang berpengalaman, nangkapnya lebih cepat. artikel ini pas banget dong bun? apalagi sudah sering multiple..aw..aw..aw..

iya bun, daya mencoba mengikat pemikiran ini dalam analogi yang sedikit “nakal” dengan harapan lebih mudah dicerna dan lebih menghibur :)

Reply

65 TuSuda May 9, 2010 at 21:58

Agar mencapai klimaks dari hubungan kerja, khan harus ada pemanasan dan persiapan pihak masing-masing to Mas…

Reply

66 fadlymuin May 10, 2010 at 11:50

tul!!
harus olahraga teratur mas supaya otot-otot bisa lebih rilex..

Reply

67 T. Wahyudi May 10, 2010 at 08:12

lagi rencana mas…. tapi masih punya ikatan dengan tempat kerja…. :D

Reply

68 fadlymuin May 10, 2010 at 11:51

semoga lancar mas.. kuncihost nampaknya sebagai gerbang pertama tuh..

Reply

69 online-business-story.com May 10, 2010 at 08:24

justru dari keterpaksaan itulah akhirnya membuat potensi kreatifitas dalam diri itu muncul. Seperti yang ditulis di bukunya Jaya Setiabudi “The Power of Kepepet”.

Banyak orang sukses yang justru berhasil berawal dari phk.

Mampir sebentar nih mas, untuk kembali “menikmati” cuti blogging… :D

Salam Kreatif,
Octa Dwinanda

Reply

70 fadlymuin May 10, 2010 at 11:54

dalam situasi khusus, orang yang berada dalam situasi terjepit, secara alamiah ia akan melawan dan mempertahankan diri.

dalam hal ini saya coba melihat dari sisi orang yang tak mampu melawan. orang yang tertekan karena ada proses yang membuatnya traumatik.

namun jika ia mampu memanfaatkan situasi ketertekanannya itu, itu bagus!

*gimana mas khabarnya, kapan aktif lagi nih?

Reply

71 online-business-story.com May 12, 2010 at 23:04

insyaAllah mas… masih bersenang-senang dengan keluarga + 1 anggota baru nih…. hehe

Reply

72 noto May 10, 2010 at 11:02

Saat ini saya sedang diperkosa.
Tapi saya sedang menyiapkan diri untuk berbisnis, artinya saya sudah mempersiapkan hubungan yang suka sama suka.

Reply

73 fadlymuin May 10, 2010 at 11:56

itu namanya bukan diperkosa dong. tapi jatuh cinta, namun masih belum yakin sama perasaan cintanya :D

selamat mempersiapakna diri mas. semoga sukses yah

Reply

74 mh May 10, 2010 at 17:00

perlu bata BIG nggak mas?

Reply

75 fadlymuin May 10, 2010 at 17:34

siap-siap aja gan. yang kepalanya nongol langsung di bata aja… wahahaha…

Reply

76 Agung Prasetyo May 10, 2010 at 17:35

Saya pernah membaca buku dari Tung Desem Waringin, mencari jalan alamiah untuk kesuksesan kita. Kebetulan saya lupa bagaimana penjelasan.

Tapi, intinya kurang lebih sama dengan pembahasan ini. Menyukai hal-hal yang kita sukai lebih mudah bergairah untuk sukses.

Reply

77 fadlymuin May 10, 2010 at 23:07

wah kok bisa sama yah? berarti ada proses telepati antara saya dan pak Tung he he he

makasih tambahannya mas Agung..

Reply

78 dobleh yang malang May 10, 2010 at 18:42

jika diperkosa dalam tanda kutip tuk lebih maju pasti setuju namun jika diperkosa haknya lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…….hehehe
salam hangat dari blue

Reply

79 jun May 10, 2010 at 19:39

ih, keren banget dah :D

kata”nya bener” merangsang otak ;)

Reply

80 budiarnaya May 12, 2010 at 14:39

analog yang menarik, ketika kita bekerja merasa tidak nyaman, seharusnya kita mulai memikirkan, membuat sesuatunya itu bisa nyaman bagi diri sendiri, musti juga dilihat jika kita memutuskan untuk keluar apakah nantinya itu akan memperkosa kita sendiri atau bagaimana ? kembali kepda refleksi diri kita dalam menghadapinya, nah kalau perkosa beneran jangan ditolerin bang… heee, sukses buat abang, kreatif banget

Reply

81 budiarnaya May 12, 2010 at 14:48

untuk ifo linksnya sudah saya pasang di blog rool silakan dicek, trims

Reply

82 cara mengatur keuangan May 14, 2010 at 16:39

Hehehe,…. ternyata ada bnyk jenis pemerkosaan ya,.. ternyata kita sendiri jg bs perkosa diri sendiri,….

Reply

83 fadlymuin May 14, 2010 at 21:16

yups.. kalau tidak jeli, kita bisa terenggut loh..:)

Reply

84 dafiDRiau May 24, 2010 at 15:23

Sependapat dengan Mbak Lia Mas..sebaiknya berhenti bukan karena terpasa..!!!

Reply

Leave a Comment

{ 1 trackback }

Previous post:

Next post: