Tragis dan sedih memang, ketika seorang mengalami kekerasan pemerkosaan. Wilayah pribadinyanya telah dikoyak-koyak oleh pihak lain. Ia mengalami tekanan bathin yang luar biasa. Hati hancur dan harapan semakin gelap.
Apalagi bagi seorang pekerja, mengalami pemerkosaan lalu kemudian memutuskan untuk berhenti kerja bukanlah perkara enteng. Banyak konsekuensi logis yang harus ditanggung. Kebutuhan hidup tetap ada dan menuntut untuk dipenuhi. Tentu saja, ia tak bisa berlama-lama berdiam diri dan tak menghasilkan apa-apa.
Begitu kira-kira gambaran jika seorang mengalami pemerkosaan.
Yang saya maksud disini bukanlah pemerkosaan seperti yang ada dibenak kita selama ini. Yaitu pemerkosaan yang dilakukan seorang lelaki hidung belang yang tak bertanggung jawab. Melainkan sebuah pemerkosaan pemikiran yang diderita seseorang yang kemudian ia memutuskan untuk berhenti kerja dan memulai usaha sendiri.
Bagaimana maksudnya?
Begini, bagi orang dewasa, melakukan hubungan seks atas dasar rasa suka sama suka jauh lebih intim, jauh lebih nikmat dibandingkan melakukannya karena dipaksa. Pasti rasanya sakit, tidak enak dan merasa telah diperlakukan ”kasar”.
Sama halnya seseorang yang ingin dan pada akhirnya memutuskan untuk berhenti kerja karena adanya keterpaksaan. Akibat otaknya telah diperkosa oleh rangsangan yang tak diingnkannya. Maka tindakannya untuk keluar dari pekerjaannya saat itu adalah sebuah keputusan yang terpaksa dan gelap.
Akibatnya ia akan berjalan tanpa arah dan tanpa tujuan. Mengalami traumatik akibat prilaku perkosaan yang dideritanya.
Kesuciannya ditempat kerja harus ia tinggalkan, padahal mentalnya belum siap, fikirannya belum mantap untuk meninggalkan semuanya. Akibatnya terlantung-lantung dan mulai terserang virus-virus gagal.
Tentu saja hal ini tak ingin dialami oleh siapapun yang sementara ini sedang merintis karir dan berancang-ancang untuk memulai usahanya sendiri. Sebab anda sudah bisa memprediksikan apa yang terjadi jika anda mengalami pemerkosaan seperti yang dimaksudkan diatas.
Saya bukannya menakut-nakutin ataupun memberikan sinyal negatif terhadap anda yang berkeinginan untuk pindah ke Kuadran B. Melainkan saya justru ingin anda memiliki keinginan dari dalam untuk melakukan semua itu.
Saya ingin anda merangsang diri anda dari dalam dan menikmati rangsangan dari luar, sehingga hasil yang akan anda terima bisa mencapi titik klimaks yang dimaksud. Anda bisa mengalami orgasme putusan yang memuaskan. Enak khan?
Daripada anda harus mengalami pemerkosaan keputusan. Anda menerima saja anjuran untuk memulai usaha sendiri. Menurut yang anda baca, mungkin, bahwa memulai usaha sendiri kemungkinan lebih menyenangkan karena kita bisa mengendalikan penghasilan kita sendiri. Betul!
Tapi kalau tidak siap dari dalam, maka efek traumatik, seperti halnya traumanya orang yang diperkosa akan anda lami juga dalam dimensi yang lain. Sangat disayangkan jika itu sampai terjadi.
Makanya, saya tidak pernah memperkosa istri sendiri untuk berhenti kerja. Saya tidak pernah sama sekali memaksanya. Biarlah dia sendiri yang mengalami rangsangan dari dalam. Biarlah keputusan beraninya itu lahir dan tumbuh akibat rangsangan akumulatif.
Nah sekarang giliran anda. Bagaimana sudah siap orgasme dengan keputusan berhenti kerja, atau masih merasa belum dewasa untuk mencicipi wilayah itu?
Silahkan berbagi disini yah..
Share

{ 84 comments… read them below or add one }
waaaa, takuuuttttt!
..pemerkosaan/keterpaksaan untuk berhenti kerja? termasuk phk jugakah? tentu rasa tidak kompeten atau rasa di belenggu mula mula merajai,…
segala sesuatu ada resikonya, tidak mudah untuk berpindah pindah kuadran dan mencoba hal hal baru yang harus di mulai dari awal. tapi ada juga yang malah lebih maju setelah di perkosa… hehehe
ini menyangkut sebuah keputusan mbak. tentu saja orang yang mengambil keputusan dengan kematangan yang terukur, jauh lebih nikmat ketimbang orang yang memutuskan atas dasar keraguan akut.
dalam kasus tertentu ada juga memang yang berhasil karena sebuah tekanan (phk dan tak punya penghasilan) hal ini tak lepas dari faktor x faktor Ketuhanan juga tak bisa dilupakan
Saya termasuk orang yg dasarnya gak mau disuruh2. Jadi saya lebih memilih usaha sendiri walaupun itu berat..
Salam kenal…
wah selamat yah.. semoga bisa menyebarkan virus itu ke orang-orang terdekatnya..:)
awas maho lewat gan…
he he he.. skali-skali gan
kalo diperkosa, nikmati aja gan.. abis itu baru lapor polisi… lumayan gak rugi2 banget heheheh
wakakaka…..
Dari dulu saya merasa kurang pas jika bekerja untuk orang lain mas. Makanya saya lebih suka berwirausaha atau kerja sendiri. Sudah merasa cukup dewasa. Tapi kalau orgasmenya belum saya rasakan
selamat mas. semua itu butuh proses. nantinya akan ketahuan kok kalau sudah melalu tahapan uji coba yang dramatis.
nanti juga orgasmenya bisa kerasa kok
analogi yg keren mas. Saya membutuhkan 20 tahun utk rela diperkosa (kalo rela bukan diperkosa namanya ya hehe…).
Pertama, yg saya tangkap adalah bahwa tulisan ini arahnya lebih kepada yg sudah bekerja, bukan yg memang langsung terjun ke bisnis. Waktu yg dibutuhkan agar tak perlu merasa diperkosa akan semakin singkat bila ybs memperoleh wawasan yg cukup plus lingkungan yg kondusif. Dan menurut saya tulisan2 yg kita buat di blog semestinya membantu proses ini secara benar. Bukan justru ikut2an memperkosa via iming2 yg tidak rasional.
Kedua, proses peralihan kuadran merupakan proses transformasi mindset. Bukan hal yg mudah bagi kebanyakan orang. Dan bila maksudnya beralih ke B, jangan salah persiapan shg malah cuma sampai di S. Ada perbedaan amat mendasar di antara keduanya.
nah itulah..
peralihan kuadran atau meminjam istilah pak Hery, transformasi kuadran memang tak semudah membalikkkan telapak tangan. dibutuhkan “klik” yang tepat yang bisa merubah mindset dan keyakinan seseorang untuk benar-benar berada di kuadran baru.
dan itu bisa di capai dengan dorongan dari dalam, bukan atas dasar paksaan (perkosaan pemikiran) pengaruh dari luar hanyalah rangsangan untuk membantu orgasme keputusan untuk mencapai klimaks. dan harapannya hasilnya bisa memberikan kepuasan yang klimaks..
Jujur kali ini artikelnya lumayan berat
…
Lia sependapat sebaiknya berhenti kerja bukan karena diperkosa…. Lia maunya dilepas saja dengan jaminan
dgn perjanjian kita masih membina hubungan baik..manfaatnya kita akan dberikan kiat2 usaha dari mantan bos , diberikan rekomendasi untuk memulai usaha yang baru dan jaringan tentunya……Menurut lia seperti itu..
Negoisasi yang baik dengan pemerkosa kan bisa dilakukan..
Sangat mau merasakan orgasme itu Pak padly… Mudah2an secepatnya.. wekekeke…… (halahhhh ngomong apa sih aq ini)
berat atau susah dimengerti mbak lia?
jadi maksudnya ada pelepasan yang menyenangkan antara pihak pemaksa dan pihak yang dipaksa?
bisa jadi model seperti itu, karena sudah memiliki dasar-dasar pemikiran yang bagus tentang berbisnis atau memulai karir usahanya sendiri. orang seperti itu biasanya memiliki kecerdasan emosional yang baik. sehingga meninggalkan semuanya atas dasar negosiasi yang bijaksana.
tidak mengapa juga, justru itu bagus kok. namun biasanya pihak pemerkosa agag berat melepaskan “kekasihnya” itu
mudah2an cepat merasakan orgasmenya mbak lia
(wahahahah)
Berat plus susah dimengerti bagi yang masih single Pak…
wahahahaha…
Happy weekend Pak
Di sinilah letak kelihaian mas Fadly dalam beranalogi mbak. Pintar meramu dan meracik kata. Dan kemudian diperbandingkan dengan hal lain yang bersifat sama
Intinya, orgasme itu kepuasan puncak. Saya juga masih single kok.
sip. tambahan yang memadai mas is. tks
nampaknya sudah siap nih? he he he
sesekali merambah wilayah dewasa dalam konteks memperkaya wacana dan meramu kosa kata dan makna. sungguh mengasyikkan loh mbak lia…
tak perlu pengalaman untuk melakukan itu. memang sih, jauh lebih menjiwai, jika kita sudah mengalaminya.. he he he. makanya buruan yah diresmikan
wow… Kalo mendengar kata2 mengasyikkan apalagi rekomendasi pak Fadly pasti mengasyikkan… halahhhh
Amin…Aminn.. Mudah2an Mas Agus, Mas Iskandaria dan Mbak Delia segere menyusul … Hheheheheheh
Baru lia sadari ternyata malam ini malam minggu
orgasme itu apa mas ya?
emang selama ini nggak ngalamin? hahaha…
huss kalo yang itu gak usah tanya! nikmatnya poll! wkwkwk
jadi pengen khan? makanya cepetan sebelum basi mas Agus
Biar nggak basi, tak angetin di magic jar aja.
Hahaha…
awas gosong dan apek karena kelamaan di suhu tinggi .. he he he
wah masa ga tau?
orgasme adalah sebuah gejolak tubuh yang merongrong untuk segera menemukan titik puncak.. (walah….. sok kayak dr boyke)
…Saya ingin anda merangsang diri anda dari dalam dan menikmati rangsangan dari luar, sehingga hasil yang akan anda terima bisa mencapi titik klimaks yang dimaksud. Anda bisa mengalami orgasme putusan yang memuaskan. Enak khan?…
Ngeri banget saya bacanya. Hehehe…
wehehehe…
kalau anak muda yang masih bujangan memang suka ngalamin “kengerian” itu mas :p
khan sudah ada calonnya, kapan nih diresmikan?
nunggu lebaran haji mas…
okelah kalau gitu..
wkwkwkwk………… numpang ketawa,,,,,,,
senasib yah mas? he he he
Rasakan orgasme keputusan dan capailah titik klimaksnya,,, hu hu hu nda kuku deh,,,,,, he he he
he he he… makanya minum madu aja mas..:D
hahaha
artikel yang berat
dan sulit dimengerti
bagi saya yang masih abu2 ini
hahahaha
dinikmati secukupnya saja dulu darah…:)
tak kirain tadi pemerkosaan beneran…
setelah tau, bagaimana pendapat anda?
pilihan judul ini kalau di koran, bikin tiras naik, apalagi kalau ada ilustrasi berupa gambar..wkwkwk
namun perkosaan juga ada yg enak koq, diperkosa berkali-kali hingga menimbulkan kegairahan dan or***e berulang, sebagaimana terjadi di dalam dunia kerja.
Gemblengan dan pengalaman yang cukup keras di suatu perusahaan, kadang2 membuat seseorang matang dan siap terjun untuk memulai bisnis sendiri bahkan setelah beberapa tahun bukan tidak mungkin bisa mengalahkan perusahaan2 tempat dulu dia bekerja.
ilustrasi seperti itu memang umum terjadi mas Aas. dengan kata lain, biasanya sang calon usahwan, terlebih dahulu membangun mental dan menyerap system di tempat ia bekerja. selanjutnya ia akan memindahklan wilayah kerjanya ke tempat yang akan menjadi miliknya sendiri, usahanya sendiri.
itulah biasanya kita mengenal kata “bisnis sampingan” menurut saya, ini cara yang lebih bijaksana, ketimbang mengambil keputusan yang tiba-tiba karena dorongan yang berdasarkan emosional semata.. atau kasarnya telah diperkosa oleh asumsi yang belum tentu ia memahaminya..
wuih judulnya…
begitu juga kalimat-kalimatnya
saya belum 17 tahun mas hehehe
umur belum tujuh belas tahun.. tapi gairahnya melebihi 17 thn ke atas yah? wakakakak…
wah, udah perkosaan-perkosaan,hehehe…
Sementara saya memilih hybrid dulu Mas, bekerja untuk orang lain dan mulai merintis usaha sendiri. Saya merasa lebih save dengan cara seperti ini. Saya juga tidak mau memperkosa diri saya agar keluar dari pekerjaan yang sekarang dan tidak mau memaksa memulai usaha sendiri secara fulltime karena saya belum 100% siap. Nggak salah kan ?
sama sekali tidak salah mas Aldy. justru artikel ini sangat pas dengan komentar anda. jangan sampai kita memilih jalan baru karena terperkosa oleh pemikiran yang belum tentu pas untuk jalan hidup kita..
Seseorang yang tidak memiliki keberanian untuk “menikah” dengan usahanya sendiri dan terninabobokan oleh asuhan “orangtua” di mana dia bekerja tidak akan prnah memiliki “anak” hasil dari buah usahanya sendiri. Namun, ketika dia mengalami “pemerkosaan” akhirnya dia pun berkesempatan memiliki anak.
Jadi, kadang kita perlu merelakan diri “diperkosa” untuk berhenti kerja agar mampu “melahirkan” penghasilan sendiri
wah ini komentar mencerahkan mas..
jadi intisarinya, situasional terkadang membawa kenikmatan tersendiri bagi hidup kita yah.. walau pada awalnya tidak kita senangi? super…! (gaya mario teguh)
jika ada proses transformasi ketika kita sadar bahwa “oh kita sudah terperkosa” kita mulai ikhlas dan mencari cara-cara baru untuk menjalani hidup.. sip..sip..
Komentar Kang Erdien membuat lia sedikit tersentill.
,maklum sekarang masih dalam bayang2 orang tua…padahal niat punya anak itu ada… halahhhhhhhhhhhhhh
Mudah2an cepat menikah lah…
)
(tetap nggak mau diperkosa
Berbicara mengenai perkosaan, sebetulnya say punya tips yang bagus mas, yaitu bagaiman agar diperkosa tidak sakit yakni “PASRAH”…saya setelah 10 tahun diperkosa dengan pasrah luayan bs merasakan nikmatnya, tapi kayaknya lebih mengasyikkan memperkosa deh, akhirnya itu yang membuat saya memutuskan untuk meninggalkan pemerkosa pemerkosa saya untuk menjadi “pemerkosa”…hehehehe…
kuncinya ihklas yah mas?
kayaknya itu tombol yang harus kita klik dengan energi yang pas, saya rasa kita bisa melakukan itu jika kita memang benar-benar memiliki energi disitu.
berat memang mas, untuk memulai dengan ikhlas, tetapi klo tidak dimulai ya tidak akan ada hasilnya ya mas…perjalanan panjang 1000 mill akan terjadi bila diawali dengan satu langkah.
tepat sekali mas tyo..
saya pernah merasakan ikhlas ketika melepas sesuatu yg rasanya itu sudah milik kita.. tapi ternyata harus merelakannya. jika kita tidak ikhlas, maka rasanya jauh lebih berat. berbeda setelah saya mengihklaskannya. rasanya lebih plong. ringan dan gembira
Ehmmmm…..
ikhlas diperkosa ……….
Baiklah…..
(Kok jadi OOT…)
lia ikhlas dan sangat ikhlas membaca semua komen dan masukan,.. mudah2an tiba saatnya nanti lia juga bisa menjadi pemerkosa pikiran orang lain untuk memulai jiwa bisnis…
betul mas, saya juga merasakan hal yang sama. seolah beban berat hilang.
judulnya cukup menggelitik juga, tapi bisa menarik minat.
Memang tidak mudah untuk begitu saja berubah kuadran, tapi paling tidak saya pribadi lebih suka untuk memulai sebelum kondisi terpaksa itu tercipta.
Dalam artian, kita mempersiapkan diri untuk prepare sejak dini. Sama halnya dengan orang2 yg baru memutuskan terjun di bisnis saat mereka pensiun dengan harapan mengganti uang gaji yg hilang.
Tapi mereka lupa. Bahwa bisnis tidak serta merta bisa. Justru sebelum pensiun mesti memulai, agar ketika tiba masanya sudah di posisi mahir.
Jadi… sebelum diperkosa, dinikmati sendiri dulu…
iya mas.
diperlukan kesadaran-dini. menggunakan posisi saat ini dengan persiapan yang matang. agar setelah itu bisa melangkah lebih yakin dan berani.
walau memang dalam kasus tertentu, justru setelah terperkosa, kita mengalami keberanian yang reflektif. sprt komentar mas Erdien di atas..
salam sahabat
tapi mas saya masih sering bekerja untuk orang lain
jadi hikahnya kita harus menyiapkan sejak dini
jika erkenan mampir balik ya
salam kenal
intinya, kita harus berfikir secara matang apa yang akan kita ambil nantinya , entah resiko dan hasilnya nanti .
ikhlas akan pilihan kita .
analogi yang bagus mas .
ringkas dan tepat sekali mas imam menarik benang merahnya.. sip
sip Mas
jujur saya belum siap untuk berhenti kerja
kalau blm siap jangan berhenti mas
Aw aw aw aw………..membaca judulnya sdh bisa menduga isinya,,,,,tapi pas baca teteeeeppp rada2 berat, khas mas Fadly…eniwei,,,saya tdk pernah diperkosa dan mempekosa hihihi….tapi sering multiple orgasm……qkqkqkqkqk (artikel sgt berpengaruh pada komentar…..) kerennn ga ada maho pun….
kalau yg baca orang berpengalaman, nangkapnya lebih cepat. artikel ini pas banget dong bun? apalagi sudah sering multiple..aw..aw..aw..
iya bun, daya mencoba mengikat pemikiran ini dalam analogi yang sedikit “nakal” dengan harapan lebih mudah dicerna dan lebih menghibur
Agar mencapai klimaks dari hubungan kerja, khan harus ada pemanasan dan persiapan pihak masing-masing to Mas…
tul!!
harus olahraga teratur mas supaya otot-otot bisa lebih rilex..
lagi rencana mas…. tapi masih punya ikatan dengan tempat kerja….
semoga lancar mas.. kuncihost nampaknya sebagai gerbang pertama tuh..
justru dari keterpaksaan itulah akhirnya membuat potensi kreatifitas dalam diri itu muncul. Seperti yang ditulis di bukunya Jaya Setiabudi “The Power of Kepepet”.
Banyak orang sukses yang justru berhasil berawal dari phk.
Mampir sebentar nih mas, untuk kembali “menikmati” cuti blogging…
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
dalam situasi khusus, orang yang berada dalam situasi terjepit, secara alamiah ia akan melawan dan mempertahankan diri.
dalam hal ini saya coba melihat dari sisi orang yang tak mampu melawan. orang yang tertekan karena ada proses yang membuatnya traumatik.
namun jika ia mampu memanfaatkan situasi ketertekanannya itu, itu bagus!
*gimana mas khabarnya, kapan aktif lagi nih?
insyaAllah mas… masih bersenang-senang dengan keluarga + 1 anggota baru nih…. hehe
Saat ini saya sedang diperkosa.
Tapi saya sedang menyiapkan diri untuk berbisnis, artinya saya sudah mempersiapkan hubungan yang suka sama suka.
itu namanya bukan diperkosa dong. tapi jatuh cinta, namun masih belum yakin sama perasaan cintanya
selamat mempersiapakna diri mas. semoga sukses yah
perlu bata BIG nggak mas?
siap-siap aja gan. yang kepalanya nongol langsung di bata aja… wahahaha…
Saya pernah membaca buku dari Tung Desem Waringin, mencari jalan alamiah untuk kesuksesan kita. Kebetulan saya lupa bagaimana penjelasan.
Tapi, intinya kurang lebih sama dengan pembahasan ini. Menyukai hal-hal yang kita sukai lebih mudah bergairah untuk sukses.
wah kok bisa sama yah? berarti ada proses telepati antara saya dan pak Tung he he he
makasih tambahannya mas Agung..
jika diperkosa dalam tanda kutip tuk lebih maju pasti setuju namun jika diperkosa haknya lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…….hehehe
salam hangat dari blue
ih, keren banget dah
kata”nya bener” merangsang otak
analog yang menarik, ketika kita bekerja merasa tidak nyaman, seharusnya kita mulai memikirkan, membuat sesuatunya itu bisa nyaman bagi diri sendiri, musti juga dilihat jika kita memutuskan untuk keluar apakah nantinya itu akan memperkosa kita sendiri atau bagaimana ? kembali kepda refleksi diri kita dalam menghadapinya, nah kalau perkosa beneran jangan ditolerin bang… heee, sukses buat abang, kreatif banget
untuk ifo linksnya sudah saya pasang di blog rool silakan dicek, trims
Hehehe,…. ternyata ada bnyk jenis pemerkosaan ya,.. ternyata kita sendiri jg bs perkosa diri sendiri,….
yups.. kalau tidak jeli, kita bisa terenggut loh..:)
Sependapat dengan Mbak Lia Mas..sebaiknya berhenti bukan karena terpasa..!!!
{ 1 trackback }