Sebenarnya malas juga mulai menulis lagi. Stress oleh pekerjaan, juga gelisah ga sabaran oleh tuntutan pekerjaan ini. Jadi numpuk jadi satu. Hasilnya lahirlah rasa malas ini.
Sia-sia dan terkesan acuh memang. Tapi begitulah kenyataannya. Mungkin, ini hanya mungkin saja. Hampir mayoritas masalah penulis mengalami hal ini. Ketika mereka terlibat dalam rutinitas diluar dunia penulisan, maka godaan untuk tidak menulis itu muncul. Makanya aku katakan itu mungkin masalah mayoritas orang banyak. Tapi rasanya ini hanya masalah saya saja. Semoga demikian.
Berusaha mengeksplor masalah ini seakan-akan ini menjadi masalah orang banyak. Padahal diri ini sendiri yang terserang rasa malas. Boleh dikata ini sikap seorang pengecut.
Tapi bukan mau mempersalahkan keadaan. Tapi agag sulit untuk keluar dari rutinitas yang agag tanggung ini. Beban pekerjaan semakin meningkat, rasa stress semakin meruncing. Sementara kesempatan untuk mendapatkan suasana rilex lagi-lagi, agag sulit kudapatkan.
Mungkin inilah saatnya kau menyerangku dengan sebutan raja alasan. Silahkan saja. Jika itu bisa memuaskan dirimu. Tapi cobalah pahami bahwa dalam kondisi tertentu, kita ini akan dituntut untuk menciptakan skala prioritas dalam hidup ini.
Bukan berarti aku mengenyampingkan dunia yang membuatku merasa segar ini. Tapi, dunia penulisan tidak akan pernah menjadi dictator yang akan mengunci seseorang agar tidak bisa melakukan kegiatan lain selain menulis.
Aku tetap mencintai dunia ini, seperti layaknya seseorang yang membutuhkan asupan energy untuk kehidupan. Menulis telah merangsang jiwaku untuk mencerna banyak hal. Hidup, sakit atau kematian, jauh lebih mudah ku serap maknanya lewat menulis daripada tidak sama sekali.
Menulis telah menghangatkan jiwaku, menulis telah membasahi dadaku, aku merasa segar dengan dunia ini. Ibarat persawahan yang disampingnya mengalir air irigasi dengan rapih. Akulah sawahnya, menulis adalah irigasinya. (hehehe..)
Seperti aku melihat seseorang yang menyiram tanamanya di pagi hari. Sejuk dan damai. Dekat dengan alam, banyak hal yang bisa kurasakan dari itu. Menulis telah memberiku banyak aliran makna yang sulit kuungkapkan.
SALAM

{ 14 comments… read them below or add one }
Gapapa oom, saya jg sempet brenti tp skrg balik lg di blog baru.
tku bro..
he….he… ada temannya juga ternyata
wahahaaha..
Santai aza Mas hehehehe….
ok Kang… tku
Walaupun sudah berhenti menulis tapi pengunjung masih saja setia bro (intip histats.com)
itulah bro.., jadi bebann juga kalau ngga ada yg segar-segar
hal seperti ini lumrah terjadi, bagaimana bangkit utk tetap exist di blog itulah menjadi kunci sukses kita semua
trims mas,
sebenarnya ini bukan hanya soal menjadi blogger. tapi hakikat dari selera menulis itu sendiri. tapi okelah. akan saya ingat masukannya
Waduh, mari mulai menulis kembali.
Sama mas saya juga baru mulai nulis lagi setelah break beberapa bulan..he..3x..
Ya,menulis kadang memang harus di paksakan, kalau belum terbiasa malah sangat malas sekali
hehehehe
malah curhat saya..
kenapa gak mau nulis lagi mas fadly