Aku Tidak Menulis Lagi

by Fadly Muin on June 23, 2011

Sebenarnya malas juga mulai menulis lagi. Stress oleh pekerjaan, juga gelisah ga sabaran oleh tuntutan pekerjaan ini. Jadi numpuk jadi satu. Hasilnya lahirlah rasa malas ini.

Sia-sia dan terkesan acuh memang. Tapi begitulah kenyataannya. Mungkin, ini hanya mungkin saja. Hampir mayoritas masalah penulis mengalami hal ini. Ketika mereka terlibat dalam rutinitas diluar dunia penulisan, maka godaan untuk tidak menulis itu muncul. Makanya aku katakan itu mungkin masalah mayoritas orang banyak. Tapi rasanya ini hanya masalah saya saja. Semoga demikian.

Berusaha mengeksplor masalah ini seakan-akan ini menjadi masalah orang banyak. Padahal diri ini sendiri yang terserang rasa malas. Boleh dikata ini sikap seorang pengecut.

Tapi bukan mau mempersalahkan keadaan. Tapi agag sulit untuk keluar dari rutinitas yang agag tanggung ini. Beban pekerjaan semakin meningkat, rasa stress semakin meruncing. Sementara kesempatan untuk mendapatkan suasana rilex lagi-lagi, agag sulit kudapatkan.

Mungkin inilah saatnya kau menyerangku dengan sebutan raja alasan. Silahkan saja. Jika itu bisa memuaskan dirimu. Tapi cobalah pahami bahwa dalam kondisi tertentu, kita ini akan dituntut untuk menciptakan skala prioritas dalam hidup ini.

Bukan berarti aku mengenyampingkan dunia yang membuatku merasa segar ini. Tapi, dunia penulisan tidak akan pernah menjadi dictator yang akan mengunci seseorang agar tidak bisa melakukan kegiatan lain selain menulis.

Aku tetap mencintai dunia ini, seperti layaknya seseorang yang membutuhkan asupan energy untuk kehidupan. Menulis telah merangsang jiwaku untuk mencerna banyak hal. Hidup, sakit atau kematian, jauh lebih mudah ku serap maknanya lewat menulis daripada tidak sama sekali.

Menulis telah menghangatkan jiwaku, menulis telah membasahi dadaku, aku merasa segar dengan dunia ini. Ibarat  persawahan yang disampingnya mengalir air irigasi dengan rapih. Akulah sawahnya, menulis adalah irigasinya. (hehehe..)

Seperti aku melihat seseorang yang menyiram tanamanya di pagi hari. Sejuk dan damai. Dekat dengan alam, banyak hal yang bisa kurasakan dari itu. Menulis telah memberiku banyak aliran makna yang sulit kuungkapkan.

 

SALAM

 

{ 14 comments… read them below or add one }

Mashengky June 24, 2011 at 06:00

Gapapa oom, saya jg sempet brenti tp skrg balik lg di blog baru.

Reply

Fadly Muin June 25, 2011 at 10:06

tku bro..

Reply

Purwanto June 24, 2011 at 13:47

he….he… ada temannya juga ternyata

Reply

Fadly Muin June 25, 2011 at 10:06

wahahaaha..

Reply

Erdien June 24, 2011 at 19:19

Santai aza Mas hehehehe…. :)

Reply

Fadly Muin June 25, 2011 at 10:05

ok Kang… tku

Reply

bro eser June 24, 2011 at 23:09

Walaupun sudah berhenti menulis tapi pengunjung masih saja setia bro (intip histats.com)

Reply

Fadly Muin June 25, 2011 at 10:05

itulah bro.., jadi bebann juga kalau ngga ada yg segar-segar

Reply

aas maesyanurdin June 25, 2011 at 06:17

hal seperti ini lumrah terjadi, bagaimana bangkit utk tetap exist di blog itulah menjadi kunci sukses kita semua

Reply

Fadly Muin June 25, 2011 at 10:04

trims mas,
sebenarnya ini bukan hanya soal menjadi blogger. tapi hakikat dari selera menulis itu sendiri. tapi okelah. akan saya ingat masukannya :)

Reply

Asop June 26, 2011 at 21:13

Waduh, mari mulai menulis kembali. :)

Reply

Sugiana Hadisuwarto June 30, 2011 at 22:26

Sama mas saya juga baru mulai nulis lagi setelah break beberapa bulan..he..3x..

Reply

andhika ahmad July 22, 2011 at 06:53

Ya,menulis kadang memang harus di paksakan, kalau belum terbiasa malah sangat malas sekali :) hehehehe
malah curhat saya..

Reply

Bali Villas Rental December 28, 2011 at 22:32

kenapa gak mau nulis lagi mas fadly

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: